Burhanuddin Abdullah Hengkang dari Jabatan Dirut Sinar Mas Multiartha
Pengunduran diri Burhanuddin Abdullah sebagai Direktur Utama Sinar Mas Multiartha resmi dikonfirmasi melalui surat keterbukaan informasi di BEI, tanpa dampak terhadap operasional atau keuangan emiten.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 17.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Burhanuddin Abdullah secara resmi mengundurkan diri dari posisi Direktur Utama PT Sinar Mas Multiartha Tbk. Keputusan ini diumumkan melalui Surat Keterbukaan Informasi yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia pada 25 September 2026. Dalam dokumen tersebut, Wakil Direktur Utama Eric Buntoro menyatakan bahwa pengunduran diri tersebut telah disetujui dan akan berlaku setelah persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mendatang.
Tidak ada dampak signifikan yang diperkirakan terhadap operasional perusahaan, kondisi keuangan, proyeksi keuangan, aspek hukum, maupun kelangsungan usaha setelah pergantian kepemimpinan ini. Eric menegaskan bahwa keberlangsungan bisnis emiten tetap terjaga dan tidak terganggu oleh perubahan kepemimpinan tersebut.
Burhanuddin Abdullah memiliki latar belakang karier yang kaya dalam dunia keuangan dan ekonomi nasional. Ia pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2003 hingga 2008, serta menjabat Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Ekuin) pada tahun 2001. Lulusan Universitas Padjajaran dan Michigan State University, Amerika Serikat, ia juga aktif dalam organisasi profesional seperti menjabat Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) dua periode berturut-turut, 2003–2008.
Selain peran publiknya, Burhanuddin juga berperan strategis dalam politik, khususnya dalam kemenangan pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional pasangan tersebut, menunjukkan kiprahnya di ranah kebijakan dan strategi nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

OJK Resmi Bubarkan Dana Pensiun BASF Indonesia
OJK menetapkan pembubaran Dana Pensiun BASF Indonesia dan menunjuk dua likuidator untuk proses likuidasi, efektif sejak 31 Juli 2026.
30 September 2026

Astra Graphia Siap Bagi Dividen Rp297 per Saham
Emiten anak usaha Astra, Astra Graphia, resmi menetapkan pembagian dividen interim Rp297 per saham dari laba tahun buku 2026 dan sebagian laba ditahan, dengan pembayaran pada 26 Oktober 2026.
30 September 2026

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.870/US$ di Akhir September
Rupiah menguat signifikan pada penutupan perdagangan terakhir September, menembus level psikologis Rp17.870 per dolar AS, didorong sentimen pasar yang membaik.
30 September 2026

BI Perkuat Stabilitas Rupiah Lewat Kebijakan Strategis
Bank Indonesia memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi pasar, insentif kebijakan, dan pengembangan instrumen lindung nilai secara komprehensif.
30 September 2026
Berita Lainnya

Wajib Sertifikat Halal 18 Oktober 2026, Produk Berbahan Haram Wajib Tandai "Non Halal
Rabu, 30 September 2026, 17.45 WITA

Pemerintah Atur Penggunaan Anak Usaha Tambang untuk Dukung Ekonomi Lokal
Rabu, 30 September 2026, 17.45 WITA

Telkom Lanjutkan Transformasi dengan Pemisahan Infrastruktur
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

Rupiah Pulih, Kurs Dolar Menurun dari Puncak Rp18.300
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

LPKR Tekankan Tak Terkait Perkara LMC di Singapura
Rabu, 30 September 2026, 17.43 WITA

Panin AM Dorong Diversifikasi Lewat Produk Global Syariah
Rabu, 30 September 2026, 17.43 WITA

BEI Dorong Perusahaan Manfaatkan Pasar Modal untuk Pendanaan
Rabu, 30 September 2026, 17.43 WITA

IHSG Terjun Bebas 0,83% ke 6.071, Tekanan dari Sektor Konsumer dan Fed
Rabu, 30 September 2026, 17.43 WITA

