Rabu, 30 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BI Pertahankan Intervensi Spot Sesuai Dinamika Pasar

Bank Indonesia menegaskan komitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi pasar valas yang tetap fleksibel dan responsif terhadap kondisi pasar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 15.38 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
BI Pertahankan Intervensi Spot Sesuai Dinamika Pasar📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Bank Indonesia menegaskan bahwa operasional intervensi di pasar spot valuta asing tetap dilakukan sesuai dengan perkembangan dinamika pasar, tanpa adanya keputusan mengurangi atau menghentikan kegiatan tersebut. Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI menegaskan bahwa penekanan pada komposisi intervensi spot sekitar 30 persen dalam rapat kerja sebelumnya bersifat historis, bukan sebagai target operasional. Keputusan intervensi tetap bersifat responsif, tergantung pada kondisi supply dan demand di pasar.

Kendati komposisi intervensi berubah seiring perkembangan pasar, BI menegaskan tidak ada penurunan komitmen dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Cadangan devisa pada akhir Agustus 2026 mencapai 146,5 miliar dolar AS, meningkat dari posisi Juli 2026 yang sebesar 145,3 miliar dolar AS, menunjukkan kesiapan strategis dalam menghadapi tekanan pasar. Kebijakan intervensi tetap menggunakan bauran instrumen, termasuk spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan Non-Deliverable Forward (NDF), sesuai dengan kebutuhan pasar.

BI mendorong penggunaan mekanisme hedging bagi kebutuhan valas yang tidak mendesak, demi mendorong keseimbangan antara transaksi tunai dan instrumen lindung nilai. Tujuannya adalah menciptakan struktur pasar yang lebih dalam dan teratur, di mana aktivitas valas tidak hanya terfokus pada transaksi tunai, tetapi juga melibatkan pasar forward, swap, dan DNDF. Perkembangan ini sejalan dengan visi pendalaman pasar keuangan yang dijabarkan dalam Blueprint Pendalaman Pasar Uang.

Pergerakan nilai tukar dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik global maupun domestik, termasuk sentimen pasar, suku bunga, inflasi, harga energi, dan kondisi fiskal. Perubahan dalam persepsi investor sering kali menjadi pemicu pergeseran posisi portofolio, yang kemudian berdampak pada supply dan demand valas. Oleh karena itu, BI tidak hanya merespons faktor eksternal, tetapi juga berupaya menjaga kondisi ekonomi domestik tetap stabil untuk mengurangi sentimen negatif yang dapat memicu volatilitas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya