Panin AM Dorong Diversifikasi Lewat Produk Global Syariah
Panin Asset Management perkuat portofolio investor dengan produk syariah global yang menunjukkan pertumbuhan dua kali lipat sejak peluncuran.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 17.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Dalam kondisi pasar global yang terus menghadapi tekanan geopolitik dan fluktuasi harga komoditas, Panin Asset Management menekankan pentingnya strategi diversifikasi sebagai fondasi utama dalam pengelolaan investasi. Ridwan Soetedja, Presiden Direktur perusahaan, menegaskan bahwa koreksi yang terjadi di pasar modal domestik, termasuk penurunan IHSG dan penurunan nilai obligasi, mendorong perlunya mencari alternatif alokasi dana di luar pasar lokal.
Salah satu langkah konkret yang diambil adalah peluncuran Panin Global Sharia Equity Fund sejak Desember 2022. Produk ini dirancang khusus untuk menjangkau pasar ekuitas syariah global, baik dalam maupun luar negeri. Hingga kini, Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit produk tersebut telah mencapai 1,9993 dolar AS, naik dua kali lipat sejak peluncuran awal dengan nilai awal 1 dolar.
Komposisi investasi produk ini menetapkan minimal 80% dan maksimal 100% dari total nilai aktiva bersih ditempatkan pada efek syariah berbasis ekuitas. Dengan alokasi tersebut, produk ini mampu memberikan perlindungan terhadap volatilitas pasar dalam negeri. Bahkan, dalam periode yang sama, performa hasil investasi justru melampaui kinerja pasar domestik, menunjukkan efektivitas strategi diversifikasi.
Hingga saat ini, total dana kelolaan produk tersebut mencapai US$ 22 juta atau setara Rp 400 miliar. Ridwan menegaskan bahwa eksposur ke pasar global tidak hanya memperluas peluang, tetapi juga menurunkan risiko konsentrasi. Dengan demikian, investor mendapatkan alternatif yang stabil dan berpotensi menghasilkan imbal hasil lebih tinggi dalam lingkungan pasar yang tidak pasti.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

OJK Resmi Bubarkan Dana Pensiun BASF Indonesia
OJK menetapkan pembubaran Dana Pensiun BASF Indonesia dan menunjuk dua likuidator untuk proses likuidasi, efektif sejak 31 Juli 2026.
30 September 2026

Astra Graphia Siap Bagi Dividen Rp297 per Saham
Emiten anak usaha Astra, Astra Graphia, resmi menetapkan pembagian dividen interim Rp297 per saham dari laba tahun buku 2026 dan sebagian laba ditahan, dengan pembayaran pada 26 Oktober 2026.
30 September 2026

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.870/US$ di Akhir September
Rupiah menguat signifikan pada penutupan perdagangan terakhir September, menembus level psikologis Rp17.870 per dolar AS, didorong sentimen pasar yang membaik.
30 September 2026

BI Perkuat Stabilitas Rupiah Lewat Kebijakan Strategis
Bank Indonesia memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi pasar, insentif kebijakan, dan pengembangan instrumen lindung nilai secara komprehensif.
30 September 2026
Berita Lainnya

Wajib Sertifikat Halal 18 Oktober 2026, Produk Berbahan Haram Wajib Tandai "Non Halal
Rabu, 30 September 2026, 17.45 WITA

Pemerintah Atur Penggunaan Anak Usaha Tambang untuk Dukung Ekonomi Lokal
Rabu, 30 September 2026, 17.45 WITA

Telkom Lanjutkan Transformasi dengan Pemisahan Infrastruktur
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

Rupiah Pulih, Kurs Dolar Menurun dari Puncak Rp18.300
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

LPKR Tekankan Tak Terkait Perkara LMC di Singapura
Rabu, 30 September 2026, 17.43 WITA

BEI Dorong Perusahaan Manfaatkan Pasar Modal untuk Pendanaan
Rabu, 30 September 2026, 17.43 WITA

IHSG Terjun Bebas 0,83% ke 6.071, Tekanan dari Sektor Konsumer dan Fed
Rabu, 30 September 2026, 17.43 WITA

BI Perkuat Insentif Lindung Nilai Hadapi Tekanan Modal Asing
Rabu, 30 September 2026, 17.43 WITA

