Pemeriksaan Ketiga Asisten Pribadi Ridwan Kamil di KPK
KPK memeriksa Randy Kusumaatmadja, asisten pribadi Gubernur Jawa Barat periode 2018–2023, dalam agenda pemeriksaan ketiga tahun ini di Gedung Merah Putih.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 15.39 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Randy Kusumaatmadja, mantan asisten pribadi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, pada Rabu (30/9) di Gedung Merah Putih. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses penyelidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan pejabat daerah dan pihak swasta terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintah provinsi.
Selain Randy, pihak KPK juga memanggil Reja Muhammad Yusuf Tojiri, yang menjabat sebagai Group Head Pengadaan Divisi Umum di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) Pusat. Keduanya dimintai keterangan untuk melengkapi data dan memperjelas alur transaksi serta keterlibatan pihak-pihak terkait dalam kasus yang sedang ditangani.
Pemeriksaan kali ini menjadi yang ketiga bagi Randy dalam tahun ini. Pada 14 September, KPK fokus menelusuri transaksi keuangan melalui rekening pribadinya. Sebelumnya, pada 29 Januari 2026, penyidik juga memeriksa aktivitas keuangan dan sumber pendanaan Ridwan Kamil sebagai bagian dari penyelidikan mendalam terhadap keterlibatan pejabat tinggi daerah.
Sebelumnya, KPK telah memeriksa Ridwan Kamil dan mantan Direktur Utama PT bank bjb periode 2019 hingga Maret 2025, Yuddy Renaldi, sebagai saksi. Pada 10 Agustus, KPK juga menahan empat tersangka, termasuk Widi Hartoto, Ikin Asikin Dulmanan, Suhendrik, dan Elang Sophan Jaya Kusuma, yang diduga terlibat dalam praktik korupsi terkait pengadaan di lingkungan Bank BJB.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Film The Assassin(s) Dihentikan Sementara Usai Dilaporkan ke Polisi
Film Korea The Assassin(s) dipolisikan karena diduga menistakan sejarah dengan menggambarkan konspirasi negara dalam pembunuhan mantan presiden Park Chung-hee.
30 September 2026

Keluarga Korban Eksekusi di Arab Saudi Tidak Bisa Makamkan Jenazah
Keluarga warga Ethiopia yang dieksekusi di Arab Saudi mengalami penderitaan ekstrem karena jenazah kerabat mereka tidak dikembalikan, menghambat proses berduka sesuai tradisi agama.
30 September 2026

Gerombolan Hitam di Pejompongan: Investigasi Kekerasan Pasca-Demo 27 Agustus
Pemeriksaan mendalam terhadap kekerasan di Pejompongan, Jakarta Pusat, mengungkap keterlibatan kelompok berpakaian gelap yang diduga bagian dari aparat, dalam peristiwa yang menewaskan Bambang Setiawan dan menyiksa Faturrohman.
30 September 2026

Menteri Israel dan Ratusan Pemukim Ilegal Masuki Masjid Al Aqsa dan Ibrahim Saat Sukkot
Menteri Keamanan Israel Itamar Ben Gvir memimpin serbuan ribuan pemukim ilegal ke Masjid Al Aqsa dan Masjid Ibrahim di Hebron selama perayaan Sukkot, memicu protes dan kecaman atas pembatasan akses ibadah umat Muslim.
30 September 2026
Berita Lainnya

Wajib Sertifikat Halal 18 Oktober 2026, Produk Berbahan Haram Wajib Tandai "Non Halal
Rabu, 30 September 2026, 17.45 WITA

Pemerintah Atur Penggunaan Anak Usaha Tambang untuk Dukung Ekonomi Lokal
Rabu, 30 September 2026, 17.45 WITA

OJK Resmi Bubarkan Dana Pensiun BASF Indonesia
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

Astra Graphia Siap Bagi Dividen Rp297 per Saham
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.870/US$ di Akhir September
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

BI Perkuat Stabilitas Rupiah Lewat Kebijakan Strategis
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

Telkom Lanjutkan Transformasi dengan Pemisahan Infrastruktur
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

Rupiah Pulih, Kurs Dolar Menurun dari Puncak Rp18.300
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

