Rabu, 30 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Film The Assassin(s) Dihentikan Sementara Usai Dilaporkan ke Polisi

Film Korea The Assassin(s) dipolisikan karena diduga menistakan sejarah dengan menggambarkan konspirasi negara dalam pembunuhan mantan presiden Park Chung-hee.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 17.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Film The Assassin(s) Dihentikan Sementara Usai Dilaporkan ke Polisi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Film The Assassin(s) yang sempat menjadi primadona box office Korea Selatan kini menghadapi krisis besar setelah dilaporkan ke kepolisian karena dugaan pencemaran nama baik. Aksi hukum ini muncul menyusul reaksi tajam dari Yayasan Presiden Park Chung-hee, yang menilai film tersebut menimbulkan persepsi keliru soal peristiwa penembakan 1974 yang menewaskan Ibu Negara Yuk Young-soo. Dalam pernyataan resmi, yayasan menuntut permintaan maaf publik serta penghentian penayangan seluruhnya.

Kontroversi bermula dari judul film yang menggunakan bentuk jamak "Assassin(s)", yang dianggap mengundang asumsi adanya lebih dari satu pelaku atau bahkan jaringan terstruktur. Adegan-adegan kunci dalam film, terutama yang menampilkan tokoh-tokoh dari lingkungan kepresidenan, juga disebut memperkuat dugaan keterlibatan institusi negara. Hal ini memicu kekecewaan luas, terutama dari kalangan politik dan keluarga korban, yang menilai narasi fiksi telah mengaburkan fakta sejarah.

Menanggapi desakan, mantan anggota parlemen dari People Power Party, Lee Jong-bae, secara resmi melaporkan sutradara Hur Jin-ho serta tim produksi ke Kepolisian Metropolitan Seoul. Ia menegaskan bahwa film tersebut menyiratkan keterlibatan Park Chung-hee atau aparat negara dalam insiden tersebut, yang secara historis tidak terbukti. “Adegan-adegan dalam film menciptakan anggapan publik bahwa mantan presiden mungkin menjadi dalang atau terlibat langsung,” tegasnya dalam pernyataan resmi.

Pihak Hive Media Corp, produser dan distributor film, segera merespons dengan menegaskan bahwa The Assassin(s) adalah karya fiksi yang hanya mengambil inspirasi dari peristiwa 1974. Mereka menegaskan bahwa tidak ada pernyataan dalam film yang menyatakan kebenaran sejarah atau menuduh individu tertentu. Semua elemen dramatisasi, termasuk konspirasi negara, merupakan bagian dari rekaan sinematik, bukan klaim faktual. Pihak studio juga membantah isu dana dari investor asing, menegaskan bahwa seluruh pendanaan berasal dari sumber dalam negeri.

Meski demikian, dampaknya terasa nyata di ranah komersial. Setelah mendominasi box office selama masa libur Chuseok, film ini mengalami penurunan drastis. Data dari Dewan Film Korea menunjukkan penurunan jumlah penonton dari posisi teratas ke posisi kedua, dengan 67.406 penonton pada Senin. Posisi puncak kini direbut film Tazza: Beelzebub's Song yang menarik 68.913 penonton. Sementara itu, angka pre-sale tiket film ini stagnan di level 11,3 persen, lebih rendah dibanding film animasi Jepang Chiikawa the Movie: The Secret of the Mermaid Island.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya