Gerombolan Hitam di Pejompongan: Investigasi Kekerasan Pasca-Demo 27 Agustus
Pemeriksaan mendalam terhadap kekerasan di Pejompongan, Jakarta Pusat, mengungkap keterlibatan kelompok berpakaian gelap yang diduga bagian dari aparat, dalam peristiwa yang menewaskan Bambang Setiawan dan menyiksa Faturrohman.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 17.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Insiden kekerasan yang terjadi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada malam 27 Agustus 2026, berujung pada kematian seorang warga berusia 60 tahun, Bambang Setiawan, serta penganiayaan terhadap remaja 18 tahun, Faturrohman, yang diseret hingga ke depan Gedung DPR RI. Keduanya menjadi korban dalam kerusuhan yang terjadi dalam rentang waktu kurang dari setengah jam, sekitar pukul 23.00 hingga 23.30 WIB. Kekerasan tersebut terjadi di dekat lokasi tinggal keduanya, dengan pelaku mayoritas mengenakan pakaian serba gelap dan bergerak secara terkoordinasi.
Polda Metro Jaya telah menetapkan tiga tersangka atas kematian Bambang Setiawan, yang disebut berasal dari kalangan pekerja informal di lokasi kejadian. Namun, hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi mengenai pelaku kekerasan terhadap Faturrohman. Investigasi lintas media mengungkap bahwa sejumlah orang tak dikenal (OTK), yang diduga bagian dari kelompok berpakaian gelap, turut serta dalam aksi kekerasan. Beberapa di antaranya terlihat mengenakan atribut seperti topi navy, kaos bertulisan, serta membawa tongkat kayu dan rotan, dan terlibat langsung dalam penyerangan.
Analisis visual dari puluhan video yang tersebar di platform media sosial memungkinkan identifikasi lima individu kunci, masing-masing diberi label OTK 1 hingga OTK 5. OTK 1 dan OTK 2, misalnya, tercatat berada di sekitar flyover Gerbang Pemuda sebelum kejadian, kemudian muncul dalam rekaman pengeroyokan Faturrohman. OTK 3, yang mengenakan topi bucket cokelat dan baju hitam, terlihat menendang korban, sementara OTK 4—yang mengenakan ransel merah dan kalung pengenal—tercatat berada di dalam area Gedung DPR sebelum bergerak ke lokasi kejadian. OTK 5, yang mengenakan jaket navy dengan tulisan merah dan topi belakang putih, terlihat menyeret korban dan memisahkannya dari tim medis.
Pada kasus Bambang, OTK 6—yang mengenakan kaos hitam, celana dan topi krem, serta memiliki tato lengan—terlihat bergerak di dekat jembatan Pejompongan sebelum kekerasan terjadi, mengejar pelajar dan kemudian muncul dalam kerumunan pengeroyok. Tidak ada bukti menunjukkan bahwa OTK ini adalah demonstran atau warga sipil biasa, melainkan bergerak secara terkoordinasi dengan kelompok lain yang diduga aparat. Investigasi terus berlanjut, sementara Polda Metro Jaya belum memberikan respons atas temuan terkini.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Film The Assassin(s) Dihentikan Sementara Usai Dilaporkan ke Polisi
Film Korea The Assassin(s) dipolisikan karena diduga menistakan sejarah dengan menggambarkan konspirasi negara dalam pembunuhan mantan presiden Park Chung-hee.
30 September 2026

Keluarga Korban Eksekusi di Arab Saudi Tidak Bisa Makamkan Jenazah
Keluarga warga Ethiopia yang dieksekusi di Arab Saudi mengalami penderitaan ekstrem karena jenazah kerabat mereka tidak dikembalikan, menghambat proses berduka sesuai tradisi agama.
30 September 2026

Menteri Israel dan Ratusan Pemukim Ilegal Masuki Masjid Al Aqsa dan Ibrahim Saat Sukkot
Menteri Keamanan Israel Itamar Ben Gvir memimpin serbuan ribuan pemukim ilegal ke Masjid Al Aqsa dan Masjid Ibrahim di Hebron selama perayaan Sukkot, memicu protes dan kecaman atas pembatasan akses ibadah umat Muslim.
30 September 2026

Pendeta Mantan Peserta American Idol Dinyatakan Bersalah Bunuh Istri
Seorang pendeta musik asal Ohio, Caleb Flynn, divonis bersalah atas pembunuhan istrinya, Ashley Flynn, dalam kasus yang melibatkan dugaan intrik orang ketiga dan pengaturan TKP.
30 September 2026
Berita Lainnya

Wajib Sertifikat Halal 18 Oktober 2026, Produk Berbahan Haram Wajib Tandai "Non Halal
Rabu, 30 September 2026, 17.45 WITA

Pemerintah Atur Penggunaan Anak Usaha Tambang untuk Dukung Ekonomi Lokal
Rabu, 30 September 2026, 17.45 WITA

OJK Resmi Bubarkan Dana Pensiun BASF Indonesia
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

Astra Graphia Siap Bagi Dividen Rp297 per Saham
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.870/US$ di Akhir September
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

BI Perkuat Stabilitas Rupiah Lewat Kebijakan Strategis
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

Telkom Lanjutkan Transformasi dengan Pemisahan Infrastruktur
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

Rupiah Pulih, Kurs Dolar Menurun dari Puncak Rp18.300
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

