Rabu, 30 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trump Dorong Penggantian Istilah AI Jadi SI di Pemerintahan AS

Presiden AS Donald Trump menerbitkan perintah eksekutif mengganti istilah "kecerdasan buatan" menjadi "kecerdasan super" dalam semua komunikasi resmi pemerintah federal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 17.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Trump Dorong Penggantian Istilah AI Jadi SI di Pemerintahan AS📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengeluarkan perintah eksekutif yang mengharuskan seluruh instansi pemerintah federal mengganti istilah "kecerdasan buatan" (artificial intelligence/AI) dengan "kecerdasan super" (super intelligence/SI) dalam setiap dokumen resmi. Perintah ini mulai berlaku sejak Selasa (29/9), mencakup komunikasi internal, publikasi kebijakan, serta materi non-hukum yang dikeluarkan oleh kementerian dan lembaga pemerintah.

Penggunaan istilah lama, termasuk singkatan "AI", dilarang secara tegas dalam semua bentuk dokumentasi resmi. Perintah ini juga menugaskan Asisten Presiden untuk Sains dan Teknologi untuk menyusun definisi resmi nasional terkait "kecerdasan super" dan "SI", dengan mempertimbangkan dinamika perkembangan teknologi yang terus berlangsung.

Tujuan utama dari perubahan istilah ini adalah untuk mencerminkan potensi besar dan kemajuan signifikan yang telah dicapai dalam bidang teknologi mutakhir. Pemerintah AS menegaskan bahwa perubahan nama ini merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi negara sebagai pemimpin global dalam inovasi teknologi, khususnya dalam pengembangan sistem yang mampu meniru dan melampaui kemampuan kognitif manusia.

Washington menekankan bahwa AS telah menjadi pusat lahirnya teknologi kecerdasan buatan sejak lebih dari tujuh dekade lalu, dan terus memimpin dalam riset, penerapan, serta regulasi teknologi tersebut. Dengan mengubah istilah, pemerintah berharap mampu menciptakan kesadaran strategis dan narasi publik yang lebih sesuai dengan realitas teknologis saat ini dan masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya