Pengadaan Bus Listrik Dukung Transisi Hijau Lewat Kredit Karbon
Indonesia diminta manfaatkan hasil jual beli karbon untuk pendanaan pembelian bus listrik secara nasional, sejalan dengan target 6.000 unit pada 2030.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 17.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah diminta mendorong pemanfaatan kredit karbon sebagai instrumen pendanaan strategis untuk mempercepat pengadaan bus listrik di seluruh wilayah Indonesia. Usulan ini disampaikan oleh perwakilan Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) dalam forum bertajuk Powering Indonesia's Future: Green Cars. Menurutnya, pendekatan alternatif ini telah terbukti efektif di Thailand, di mana hasil perdagangan karbon digunakan untuk membeli ribuan bus listrik melalui kerja sama dengan pihak swasta internasional, termasuk pemerintah Swiss.
Kunci keberhasilan skema ini, menurut narasumber, terletak pada kejelasan regulasi dan arahan dari pemerintah pusat. Tanpa kebijakan yang terukur, pelaku daerah dan industri sulit merancang rencana jangka panjang. Diperlukan kerangka hukum yang memungkinkan pemanfaatan kredit karbon secara transparan dan terukur, agar setiap pemda dapat mengintegrasikannya dalam rencana pembangunan transportasi berkelanjutan.
Untuk memperkuat daya tawar, diperlukan peta jalan nasional yang konkret. Jika pemerintah menetapkan target pengadaan 6.000 bus listrik hingga 2030, angka ini dapat menjadi dasar negosiasi dengan produsen. Dengan menyusun alokasi berdasarkan wilayah—seperti 1.000 unit untuk Jakarta, 500 untuk Medan, dan lainnya—ketersediaan armada bisa direncanakan secara terkoordinasi, menekan biaya, dan mendorong komitmen industri.
Forum yang membahas transisi energi dan mobilitas rendah emisi ini dihadiri sejumlah tokoh dari sektor publik dan swasta, termasuk perwakilan kementerian, pelaku industri, hingga akademisi. Diskusi menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan, inovasi teknologi, kesiapan infrastruktur, dan keterlibatan pelaku pasar dalam membangun ekosistem transportasi hijau yang berkelanjutan dan inklusif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

OJK Resmi Bubarkan Dana Pensiun BASF Indonesia
OJK menetapkan pembubaran Dana Pensiun BASF Indonesia dan menunjuk dua likuidator untuk proses likuidasi, efektif sejak 31 Juli 2026.
30 September 2026

Astra Graphia Siap Bagi Dividen Rp297 per Saham
Emiten anak usaha Astra, Astra Graphia, resmi menetapkan pembagian dividen interim Rp297 per saham dari laba tahun buku 2026 dan sebagian laba ditahan, dengan pembayaran pada 26 Oktober 2026.
30 September 2026

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.870/US$ di Akhir September
Rupiah menguat signifikan pada penutupan perdagangan terakhir September, menembus level psikologis Rp17.870 per dolar AS, didorong sentimen pasar yang membaik.
30 September 2026

BI Perkuat Stabilitas Rupiah Lewat Kebijakan Strategis
Bank Indonesia memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi pasar, insentif kebijakan, dan pengembangan instrumen lindung nilai secara komprehensif.
30 September 2026
Berita Lainnya

Wajib Sertifikat Halal 18 Oktober 2026, Produk Berbahan Haram Wajib Tandai "Non Halal
Rabu, 30 September 2026, 17.45 WITA

Pemerintah Atur Penggunaan Anak Usaha Tambang untuk Dukung Ekonomi Lokal
Rabu, 30 September 2026, 17.45 WITA

Telkom Lanjutkan Transformasi dengan Pemisahan Infrastruktur
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

Rupiah Pulih, Kurs Dolar Menurun dari Puncak Rp18.300
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

LPKR Tekankan Tak Terkait Perkara LMC di Singapura
Rabu, 30 September 2026, 17.43 WITA

Panin AM Dorong Diversifikasi Lewat Produk Global Syariah
Rabu, 30 September 2026, 17.43 WITA

BEI Dorong Perusahaan Manfaatkan Pasar Modal untuk Pendanaan
Rabu, 30 September 2026, 17.43 WITA

IHSG Terjun Bebas 0,83% ke 6.071, Tekanan dari Sektor Konsumer dan Fed
Rabu, 30 September 2026, 17.43 WITA

