Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham IGAR

Bursa Efek Indonesia melakukan suspensi perdagangan saham PT Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR) untuk mencegah volatilitas dan melindungi investor.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 12.28 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 107x dibuka
BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham IGAR📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghentikan sementara perdagangan saham PT Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR) pada sesi perdagangan pertama hari ini, Senin, 19 Oktober 2026. Keputusan ini dikeluarkan berdasarkan Pengumuman Nomor Peng-SPT-00020/BEI.PP2/10-2026, yang menunjukkan tindakan perlindungan terhadap para pemegang saham. Suspensi diberlakukan untuk memberikan ruang bagi pasar memproses informasi secara lebih matang dan menghindari gejolak harga yang tidak terkendali.

Penghentian perdagangan ini dilakukan setelah saham IGAR menunjukkan kenaikan signifikan dalam periode singkat. Sebelum suspensi, harga saham tercatat stagnan di level Rp510 pada perdagangan sebelumnya. Dalam satu bulan terakhir, saham tersebut mengalami kenaikan 8,51%, sementara secara year to date naik 2,41%. Lonjakan ini menjadi pertimbangan utama bagi BEI dalam mengambil kebijakan pending.

Tujuan utama dari suspensi adalah menciptakan kondisi pasar yang lebih stabil dan seimbang, sehingga investor dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang akurat dan tidak terpengaruh oleh dinamika harga yang cepat. BEI menekankan pentingnya keterbukaan informasi dari emiten, yang menjadi dasar utama dalam menjaga kepercayaan pasar dan menjaga integritas sistem keuangan.

Perusahaan diharapkan memperhatikan kewajiban pengungkapan informasi secara transparan dan tepat waktu. Dengan demikian, proses perdagangan dapat kembali berjalan normal setelah situasi pasar dinilai telah kondusif dan informasi yang relevan telah disampaikan secara memadai.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya