Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Tiga Saham karena Kenaikan Ekstrem

Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan tiga emiten akibat lonjakan harga yang tak wajar, termasuk kenaikan hingga 300% dalam setahun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 23.01 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 19x dibuka
BEI Hentikan Sementara Perdagangan Tiga Saham karena Kenaikan Ekstrem📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengambil langkah tegas dengan memberhentikan sementara perdagangan saham tiga perusahaan publik pada hari Jumat, 16 Oktober 2026. Keputusan ini dikeluarkan sebagai respons terhadap kenaikan harga saham yang signifikan dan tak proporsional dalam periode singkat, di antaranya PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk. (AKKU), PT Alkindo Naratama Tbk. (ALDO), dan PT Tifico Fiber Indonesia Tbk. (TFCO). Suspensi ini mulai berlaku sejak sesi I perdagangan dan didasarkan pada pengumuman resmi bernomor Peng-SPT-00214/BEI.WAS/10-2026.

Penghentian perdagangan dilakukan sebagai upaya perlindungan terhadap investor, dengan tujuan memberikan ruang bagi pasar untuk menstabilkan dinamika harga. BEI menilai bahwa kenaikan harga yang terjadi tidak didukung oleh informasi yang transparan dan akurat dari emiten, sehingga perlu dilakukan pending untuk menghindari gejolak yang tidak terkendali. Dalam pengumuman resmi, disebutkan bahwa suspensi diterapkan di pasar reguler maupun pasar tunai, guna memastikan kepatuhan terhadap prinsip tata kelola pasar yang sehat.

Saham AKKU sebelumnya mencatat kenaikan 34% dalam satu hari, menembus level Rp105 per saham, dengan lonjakan tahunan hingga 228,13%. Dalam sebulan terakhir, kenaikannya mencapai 176,32%. Sementara itu, saham ALDO melonjak 24,92% ke level Rp1.955 per saham, dengan kenaikan bulanan sebesar 104,7% dan tahunan 144,38%. TFCO juga mengalami kenaikan tajam 24,6% ke harga Rp2.000 per saham, dengan kenaikan tahunan mencapai 300% dan 150% dalam satu bulan.

BEI menekankan pentingnya keterbukaan informasi dari emiten kepada publik sebagai fondasi utama kepercayaan pasar. Dalam kondisi seperti ini, pihak-pihak yang berkepentingan diminta untuk memperhatikan secara seksama rilis informasi resmi dari perusahaan terkait, termasuk laporan keuangan dan pengumuman penting lainnya. Dengan adanya suspensi, diharapkan pasar dapat kembali berjalan secara stabil dan berdasarkan fundamental yang kuat, bukan hanya pada sentimen spekulatif semata.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya