BI Pertahankan Stabilitas Ekonomi dengan Inovasi Kebijakan Moneter
Bank Indonesia menekankan stabilitas ekonomi sebagai prioritas utama di tengah tekanan suku bunga global tinggi, melalui insentif biaya hedging dan kebijakan makroprudensial untuk dorong pertumbuhan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Bank Indonesia mempertahankan stabilitas ekonomi sebagai fondasi utama dalam menjaga iklim keuangan yang kondusif, meskipun menghadapi tekanan dari dinamika suku bunga global yang berlanjut dalam jangka panjang. Gubernur BI, Destry Damayanti, menegaskan bahwa keberlanjutan nilai tukar rupiah dan ketersediaan cadangan devisa tetap menjadi target utama, sejalan dengan tugas pokok yang diamanatkan oleh undang-undang pengembangan dan penguatan sektor keuangan. Kebijakan moneter tetap menjadi alat utama, namun dilengkapi dengan pendekatan terpadu melalui kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran, serta pendalaman pasar keuangan.
Untuk menarik aliran modal asing tanpa menaikkan suku bunga acuan, BI menerapkan insentif berupa pengurangan biaya hedging bagi investor asing yang memanfaatkan pasar keuangan domestik. Kebijakan ini diluncurkan sejak bulan lalu dan telah menunjukkan dampak signifikan, dengan arus modal masuk yang dimanfaatkan mencapai sekitar 7 miliar dolar AS. Dengan pendekatan ini, BI berhasil menjaga stabilitas nilai tukar dan cadangan devisa tanpa perlu menaikkan BI Rate.
Di samping itu, BI meningkatkan fokus pada pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM), yang dirancang untuk memperkuat sektor-sektor strategis dengan dampak beruntun tinggi. Perumahan menjadi fokus utama karena memiliki keterkaitan kuat dengan sektor hulu dan hilir, seperti konstruksi, bahan bangunan, dan jasa. Dengan memperkuat sektor ini, diharapkan terjadi efek domino yang mendorong pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh.
Seluruh kebijakan tersebut dirancang sebagai bagian dari pendekatan holistik, yang menyeimbangkan antara stabilitas jangka pendek dan pertumbuhan jangka panjang. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan ekonomi yang stabil, inklusif, dan ramah lingkungan, sekaligus memperluas ruang pertumbuhan bagi sektor riil. Dengan pendekatan ini, BI menegaskan komitmen terhadap kemandirian dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Program Lingkungan Pertamina Dorong Ekonomi Berkelanjutan di Sumbar
Pertamina Patra Niaga kembangkan program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan di Padang Pariaman dan Padang melalui pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
2 Oktober 2026

Harga Beras Turun di Awal Oktober, Bulog Jaga Stabilitas Pasokan
Kenaikan harga beras yang memengaruhi inflasi Jakarta September 2026 dikaitkan dengan musim paceklik, namun penurunan harga mulai terjadi akhir September hingga awal Oktober berkat penyaluran bantuan dan stok nasional yang cukup.
2 Oktober 2026

Rupiah Melemah Dipengaruhi Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga AS
Nilai tukar rupiah menguat 0,47% ke Rp17.882 per dolar AS, didorong turunnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed akibat data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan.
2 Oktober 2026

Perusahaan Pelanggar HAM Bisa Dilarang Akses Kredit
Pemerintah siap terapkan sanksi tegas terhadap perusahaan yang melanggar HAM, mulai dari peringatan hingga pembatasan kredit dan pencabutan izin operasi.
2 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pengadilan Batasi Kunjungan Halle Berry ke Anak
Jumat, 2 Oktober 2026, 17.46 WITA

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 untuk Indonesia vs Thailand Sudah Bisa Dipesan
Jumat, 2 Oktober 2026, 17.45 WITA

Indonesia Hadapi Vietnam di Semifinal Perebutan Peringkat Sembilan Voli Asian Games 2026
Jumat, 2 Oktober 2026, 17.45 WITA

Baker dan Bergson Berebut Gelar Top Skor ASEAN Cup 2026
Jumat, 2 Oktober 2026, 17.45 WITA

Indonesia Dekati Rekor Medali Asian Games 2026
Jumat, 2 Oktober 2026, 17.45 WITA

Indonesia Naik ke Peringkat 117 Dunia Usai Taklukkan Bangladesh
Jumat, 2 Oktober 2026, 17.45 WITA

Jepang Naikkan Biaya Izin Tinggal Permanen 20 Kali Lipat
Jumat, 2 Oktober 2026, 17.44 WITA

MK Tegaskan Wajibnya Alasan Tertulis Sebelum Blokir Konten
Jumat, 2 Oktober 2026, 17.44 WITA

