Jumat, 2 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BI Pertahankan Stabilitas Ekonomi dengan Inovasi Kebijakan Moneter

Bank Indonesia menekankan stabilitas ekonomi sebagai prioritas utama di tengah tekanan suku bunga global tinggi, melalui insentif biaya hedging dan kebijakan makroprudensial untuk dorong pertumbuhan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
BI Pertahankan Stabilitas Ekonomi dengan Inovasi Kebijakan Moneter📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Bank Indonesia mempertahankan stabilitas ekonomi sebagai fondasi utama dalam menjaga iklim keuangan yang kondusif, meskipun menghadapi tekanan dari dinamika suku bunga global yang berlanjut dalam jangka panjang. Gubernur BI, Destry Damayanti, menegaskan bahwa keberlanjutan nilai tukar rupiah dan ketersediaan cadangan devisa tetap menjadi target utama, sejalan dengan tugas pokok yang diamanatkan oleh undang-undang pengembangan dan penguatan sektor keuangan. Kebijakan moneter tetap menjadi alat utama, namun dilengkapi dengan pendekatan terpadu melalui kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran, serta pendalaman pasar keuangan.

Untuk menarik aliran modal asing tanpa menaikkan suku bunga acuan, BI menerapkan insentif berupa pengurangan biaya hedging bagi investor asing yang memanfaatkan pasar keuangan domestik. Kebijakan ini diluncurkan sejak bulan lalu dan telah menunjukkan dampak signifikan, dengan arus modal masuk yang dimanfaatkan mencapai sekitar 7 miliar dolar AS. Dengan pendekatan ini, BI berhasil menjaga stabilitas nilai tukar dan cadangan devisa tanpa perlu menaikkan BI Rate.

Di samping itu, BI meningkatkan fokus pada pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM), yang dirancang untuk memperkuat sektor-sektor strategis dengan dampak beruntun tinggi. Perumahan menjadi fokus utama karena memiliki keterkaitan kuat dengan sektor hulu dan hilir, seperti konstruksi, bahan bangunan, dan jasa. Dengan memperkuat sektor ini, diharapkan terjadi efek domino yang mendorong pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh.

Seluruh kebijakan tersebut dirancang sebagai bagian dari pendekatan holistik, yang menyeimbangkan antara stabilitas jangka pendek dan pertumbuhan jangka panjang. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan ekonomi yang stabil, inklusif, dan ramah lingkungan, sekaligus memperluas ruang pertumbuhan bagi sektor riil. Dengan pendekatan ini, BI menegaskan komitmen terhadap kemandirian dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya