Jumat, 2 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Harga Beras Turun di Awal Oktober, Bulog Jaga Stabilitas Pasokan

Kenaikan harga beras yang memengaruhi inflasi Jakarta September 2026 dikaitkan dengan musim paceklik, namun penurunan harga mulai terjadi akhir September hingga awal Oktober berkat penyaluran bantuan dan stok nasional yang cukup.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 17.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Harga Beras Turun di Awal Oktober, Bulog Jaga Stabilitas Pasokan📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kenaikan harga beras yang berkontribusi terhadap inflasi bulanan Jakarta pada September 2026 disebabkan oleh kondisi musim paceklik, saat produksi padi belum memasuki masa panen di sebagian wilayah. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramadhani, menjelaskan bahwa meskipun kenaikan inflasi hanya sebesar 0,01 persen, tekanan harga tetap muncul karena pasokan beras belum melimpah. Data BPS DKI Jakarta mencatat rata-rata harga beras mencapai Rp16.596 per kilogram, menjadi salah satu pemicu utama kenaikan inflasi sebesar 0,62 persen.

Untuk menstabilkan harga, Bulog memperkuat pasokan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Sebanyak satu juta ton beras cadangan nasional akan disalurkan hingga Maret 2027, menambah jumlah penyaluran SPHP yang telah berjalan. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan pangan berupa beras sebanyak satu juta ton yang akan didistribusikan pada Oktober, November, dan Desember 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Dari hasil evaluasi lapangan, penyaluran bantuan pangan sejak Juli hingga September 2026 telah berdampak positif terhadap harga pasar. Rizal menyebutkan bahwa harga beras medium turun dari Rp14.000 menjadi Rp13.500 per kilogram, sementara beras premium turun dari Rp15.000 ke Rp14.500 per kilogram di tingkat distributor. Meskipun belum sepenuhnya merata ke pengecer, tren penurunan tersebut menjadi indikasi kuat bahwa kebijakan distribusi berjalan efektif.

Bulog menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga dengan terus mendorong produksi, khususnya beras premium, serta memastikan stok medium tetap mencukupi. Rizal optimistis bahwa tren penurunan harga yang terjadi pada akhir September dan awal Oktober akan berlanjut, sehingga tekanan inflasi dari komoditas beras dapat berkurang secara signifikan dalam evaluasi bulanan mendatang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya