Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BPKH Perluas Peran Investasi di Ekosistem Haji Saudi

BPKH dan Danantara memperkuat eksistensi Indonesia di ekosistem haji melalui investasi strategis di akomodasi, katering, dan logistik di Makkah dan Madinah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 09.02 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 41x dibuka
BPKH Perluas Peran Investasi di Ekosistem Haji Saudi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) tengah memperluas peran keuangan haji dengan menjajaki peluang investasi langsung di sektor kunci ekosistem haji di Arab Saudi, termasuk akomodasi, layanan katering, dan logistik. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mendukung visi Arab Saudi 2030 yang menekankan transformasi berkelanjutan terhadap layanan haji dan umrah. Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan pada layanan asing dan memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Ketua Dewan Pengawas BPKH, Firmansyah N. Nazaroedin, menegaskan bahwa investasi riil di wilayah Makkah dan Madinah bukan hanya bentuk kerja sama ekonomi, tetapi juga strategi mitigasi risiko finansial seperti fluktuasi nilai tukar dan inflasi. Dengan memiliki aset di lokasi strategis, BPKH berharap dapat menyediakan layanan yang lebih terjamin, terintegrasi, dan berkelanjutan bagi jemaah haji Indonesia. Kebijakan ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menjaga keutuhan dana haji dan memastikan pengelolaan sesuai prinsip syariah.

Pemerintah melalui Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji, Muhadjir Effendy, menyambut baik potensi investasi jangka panjang di sektor infrastruktur, transportasi, teknologi, dan layanan pendukung. Ia menekankan bahwa setiap keputusan investasi harus tetap berpegang pada mandat hukum, kepatuhan terhadap regulasi, serta manajemen risiko yang berimbang. Prioritas utama tetap pada penciptaan nilai berkelanjutan yang menguntungkan jemaah, bukan sekadar keuntungan finansial semata.

Di lapangan, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara terus mempercepat pembangunan Kampung Haji sebagai pusat akomodasi jemaah Indonesia di Makkah. Saat ini, proses tender untuk pengelolaan lahan di area Ajyad Al Sadd, khususnya Plot No. 3 seluas 32,2 hektare yang berjarak hanya 650 meter dari Masjidil Haram, sedang berlangsung. Jika berhasil memenangkan tender, Danantara akan mengelola dua aset strategis, termasuk kawasan Thakher City yang telah diberikan kepercayaan oleh pemerintah Arab Saudi sejak akhir tahun lalu.

Di Thakher City, Danantara telah mengakuisisi Novotel Makkah Thakher City dengan kapasitas 1.461 kamar, mampu menampung hingga 4.400 jemaah. Kawasan ini menjadi fondasi awal dari ekosistem terpadu yang mencakup hotel, area komersial, tempat ibadah, ruang publik, dan fasilitas pendukung lainnya. Rencananya, seluruh kompleks dapat menampung hingga 18.000 jemaah secara bersamaan, sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 15 Tahun 2025.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya