Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Topan Champi Ancam Taiwan dan Jepang, Ratusan Penerbangan Dibatalkan

Topan Champi yang berkekuatan hingga 173 km/jam memicu pembatalan hampir 1.000 penerbangan di Taiwan dan Jepang, sementara otoritas bersiap menghadapi dampak banjir, longsor, dan pemadaman listrik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Topan Champi Ancam Taiwan dan Jepang, Ratusan Penerbangan Dibatalkan📷 BBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Topan Champi, salah satu siklon tropis paling kuat pada tahun 2026, terus bergerak menuju wilayah timur laut Taiwan dengan kecepatan angin hingga 173 kilometer per jam dan radius mencapai 320 kilometer. Badai ini telah memicu kesiapsiagaan tingkat tinggi di seluruh pulau, termasuk penutupan sekolah, perkantoran, dan pasar saham. Otoritas setempat mengimbau warga menghindari daerah pesisir dan pegunungan, terutama di wilayah timur laut yang rawan longsor akibat tekanan air dari bendungan.

Sebanyak 262 penerbangan domestik dan lebih dari 660 penerbangan internasional dibatalkan di Taiwan, memengaruhi ribuan penumpang. Layanan kereta api, feri, serta sejumlah ruas jalan raya juga dihentikan sementara untuk menjamin keselamatan. Di Okinawa, Jepang, lebih dari 3.600 rumah tangga mengalami pemadaman listrik akibat hujan lebat dan angin kencang, dengan upaya perbaikan dilakukan secara jarak jauh karena kondisi berbahaya di luar ruangan.

Peristiwa ini merupakan bagian dari tren cuaca ekstrem yang melanda kawasan Asia Timur tengah, didorong oleh fenomena El Niño yang sangat kuat. Fenomena alam ini menyebabkan pemanasan berlebihan di Samudra Pasifik, memperkuat pembentukan badai tropis. Badan Meteorologi Inggris memperkirakan fenomena kali ini bisa menjadi yang terbesar dalam sejarah, dengan tahun 2027 berpotensi menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat secara global.

Di wilayah Batanes, Filipina, otoritas telah menaikkan peringatan angin ke tingkat dua tertinggi, menyusul hujan deras dan ombak besar yang menghantam desa-desa pesisir. Meskipun belum ada laporan korban jiwa, sejumlah jalan telah ditutup untuk menghindari risiko. Masyarakat setempat, yang sudah terbiasa menghadapi sekitar 20 topan setiap tahun, tetap waspada dengan bangunan berbahan batu kapur tebal yang dirancang menahan terpaan angin.

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap angin kencang, gelombang tinggi, banjir, dan tanah longsor. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan di daerah dataran rendah dan sungai-sungai di Okinawa serta Amami. Prediksi cuaca menunjukkan hujan akan terus turun selama empat hari berturut-turut mulai Sabtu. Badan Meteorologi Pusat Taiwan memperkirakan dampak badai akan berlangsung hingga Sabtu malam, dengan angin skala 12 Beaufort melanda wilayah utara pulau.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Tonton Videonya

Berita Terkait

Berita Lainnya