Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Lebih dari seribu orang ditangkap selama demonstrasi lanjutan di Prancis, menyusul gelombang protes yang menyebar akibat kenaikan biaya hidup dan ketidakpuasan sosial.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pemerintah Prancis melaporkan hampir seribu orang telah ditahan dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung di berbagai wilayah pada Sabtu, 24 Oktober, sebagai bagian dari rangkaian protes menentang kenaikan biaya hidup. Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, menyatakan angka tersebut masih bersifat sementara dan diperkirakan akan terus meningkat seiring penyelesaian proses penangkapan. Aksi tersebut merupakan kelanjutan dari gelombang protes yang telah berlangsung sejak pertengahan September lalu.
Kegiatan demonstrasi yang dimulai dari kalangan pelajar di pinggiran Paris akibat kondisi sekolah yang memprihatinkan kini telah meluas ke berbagai kota, melibatkan masyarakat dari berbagai lapisan masyarakat yang merasa terdampak oleh kenaikan harga kebutuhan pokok. Data resmi menyebutkan lebih dari 400.000 orang turut serta dalam aksi tersebut, dengan puncaknya terjadi pada 17 Oktober 2026, ketika jumlah peserta mencapai sekitar 550.000 orang secara nasional.
Kepolisian Prancis menggunakan berbagai alat keamanan untuk mengendalikan kerumunan, termasuk gas air mata, meriam air, dan granat setrum. Kegunaan alat-alat tersebut dilaporkan setelah aksi yang awalnya berjalan damai berubah menjadi bentrokan di sejumlah kota. Beberapa kota lain juga melaporkan situasi tegang, dengan peningkatan pengamanan dan penempatan pasukan tambahan, termasuk siswa akademi polisi, untuk menjaga fasilitas publik.
Pemerintah Prancis menegaskan bahwa langkah penegakan hukum dilakukan dalam kerangka menjaga ketertiban umum dan keamanan publik. Namun, aksi protes ini tetap menjadi cerminan dari ketegangan sosial yang mendalam, yang didorong oleh ketidakpuasan terhadap kebijakan ekonomi dan ketimpangan sosial. Aksi serupa diperkirakan akan terus berlanjut, dengan pihak berwenang bersiap menghadapi potensi eskalasi lebih lanjut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Penggunaan vape diperingatkan dapat menyebabkan cedera paru-paru dan menjadi medium penyebaran narkotika, mendapat dukungan dari lembaga kesehatan dan penegak hukum untuk dilarang.
25 Oktober 2026

26 Orang Ditahan dalam Skandal Investasi Miliaran Dolar Turki
Polisi Turki menahan 26 orang, termasuk mantan pejabat Kemenkeu, dalam operasi terkait dugaan penipuan investasi yang merugikan 455 ribu investor.
25 Oktober 2026

Kejari Indramayu Serahkan Rp2,78 M Hasil Lelang Kasus Korupsi BPR KRI ke LPS
Kejari Indramayu menyerahkan hasil lelang aset korupsi BPR KRI sebesar Rp2,78 miliar kepada LPS untuk pemulihan dana klaim nasabah.
25 Oktober 2026

32 Perusahaan Dibekukan Izin Gara-Gara Karhutla, Kadin Minta Kejelasan Data
Kadin dukung sanksi terhadap perusahaan terkait karhutla, tetapi tekankan perlunya dasar fakta dan kepastian hukum dalam penegakan aturan.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

GR Garage Ukir Prestasi di Kejurnas ITCR 1200 dan OMR 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.13 WITA

QJMotor Perluas Jaringan Dealer, Sasar Pertumbuhan Penjualan Ratusan Unit Bulanan
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.13 WITA

