Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BYD Putuskan Ubah Strategi Produksi di Malaysia

BYD membatalkan rencana pabrik perakitan sendiri di Tanjung Malim dan kini fokus pada kemitraan dengan mitra lokal untuk memenuhi aturan impor baru.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 22.45 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 4x dibuka
BYD Putuskan Ubah Strategi Produksi di Malaysia📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan mobil listrik asal Tiongkok, BYD, secara resmi menunda pembangunan pabrik perakitan mandiri di Tanjung Malim, Perak, sebagai respons terhadap perubahan kebijakan impor kendaraan listrik di Malaysia. Dalam sesi konferensi pers pada Kamis (10/9), Jacob Ma, Managing Director BYD Malaysia, menyatakan bahwa fasilitas yang sebelumnya dijadwalkan beroperasi pada Agustus 2025 tidak akan dilanjutkan. Keputusan ini diambil menyusul diberlakukannya aturan baru yang menaikkan ambang batas nilai CIF kendaraan listrik impor utuh menjadi 200.000 ringgit, setara sekitar Rp865,8 juta, serta wajib memiliki tenaga minimal 180 kW.

Kebijakan tersebut menimbulkan tantangan bagi produk BYD yang sebelumnya dijual di bawah ambang nilai tersebut, sehingga memaksa perusahaan untuk menyesuaikan strategi produksi. Alih-alih membangun fasilitas sendiri, BYD kini tengah menjajaki kerja sama dengan mitra lokal yang memiliki kapasitas dan kompetensi teknis untuk menangani perakitan secara penuh. Ma menyebut proses diskusi sudah berada pada tahap lanjut dan dokumen pendukung sedang diselesaikan, dengan pengumuman resmi akan menyusul setelah semua persyaratan terpenuhi.

Dalam laporan yang dikutip dari Nikkei Asia, sejumlah model BYD yang populer di pasar Malaysia—seperti model entry-level—masih berada di bawah ambang batas CIF, sehingga memperkuat urgensi kehadiran produksi lokal. Sebelumnya, BYD sempat mempertimbangkan kolaborasi dengan Sime Motors, distributor resmi mereka, melalui fasilitas Inokom di Kulim. Meski Ma tidak mengungkapkan nama mitra terbaru, ia menegaskan bahwa fokus utama tetap pada pemenuhan kebutuhan pasar Malaysia secara strategis dan berkelanjutan.

Sejak masuk ke pasar Malaysia pada 2022, BYD telah mencatat penjualan lebih dari 35.000 unit kendaraan listrik. Pada tahun 2025 saja, penjualan mencapai 14.407 unit, menjadikan BYD sebagai merek mobil listrik terlaris di negara itu. Data terbaru dari Sime Motors menunjukkan penjualan semester pertama 2026 telah melampaui 7.000 unit. Berbeda dengan Malaysia, di Indonesia, BYD telah lebih dulu mewujudkan pabrik produksi sendiri di Subang, Jawa Barat, yang resmi beroperasi sejak 3 September dengan kapasitas hingga 150.000 unit per tahun.

Meski perubahan bentuk investasi terjadi, Ma menegaskan komitmen BYD terhadap Malaysia tetap kuat. “Lokasi dan desain operasional mungkin berubah, tetapi niat strategis kami tetap sama,” ujarnya. Malaysia tetap dipandang sebagai pasar kunci dalam rencana pertumbuhan BYD di Asia Tenggara, dengan harapan dapat memperkuat posisi sebagai pemain utama dalam transformasi mobilitas listrik di kawasan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya