Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Chiko Atman Ingatkan Pemerintah Jangan Buat Rakyat Menderita

Chiko Atman mengingatkan pemerintah agar tidak membuat rakyat menderita, terutama menyusul kebijakan larangan penjualan bensin secara eceran.

Jurnalis:Ari BahriBiro Kendari·Rabu, 14 Oktober 2026, 13.47 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 31x dibuka
Chiko Atman Ingatkan Pemerintah Jangan Buat Rakyat Menderita📷 Dok. iNarasikita/Bintang Ciko

Kendari, ıNarasikita - Chiko Atman, pemerhati sosial, mengingatkan pemerintah agar tidak membuat rakyat makin menderita, terutama dalam situasi kebijakan yang dianggap berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat. Hal ini disampaikan menyusul kebijakan pemerintah yang melarang penjualan bensin secara eceran, yang dinilai memberatkan masyarakat kecil. Penjualan bensin eceran, yang sebelumnya masih umum dilakukan di berbagai daerah, kini resmi dilarang oleh pemerintah. Kebijakan tersebut dianggap belum mempertimbangkan dampak pada masyarakat yang bergantung pada sistem penjualan bensin kecil-kecilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Janganlah membuat rakyat semakin menderita," ujar Chiko Atman, seperti dikutip dari pernyataannya. Chiko menegaskan bahwa kebijakan pemerintah harus mempertimbangkan keadilan sosial dan kesulitan masyarakat. Ia juga meminta agar kebijakan yang sudah dikeluarkan dievaluasi kembali, terutama terkait dampak langsungnya pada masyarakat yang tidak memiliki akses mudah ke SPBU resmi. Visi misi waktu menjadi calon todak pernah membahas larangan jual bensin eceran. Jangan tega seperti itulah pada warga,yg mengumpulkan ke untungnya seribu hingga dua ribuan per botol.mari ingat dosa dosa politik mereka,ujarnya Pihak pemerintah hingga berita ini diturunkan belum memberikan pernyataan resmi terkait kritik yang disampaikan Chiko Atman.

A
Laporan dari lapangan
Ari Bahri · Jurnalis Biro Kendari
Reporter: Ari Bahri · Editor: Muh. Atman Mappa, S.Sos. (Direktur)

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya