Bahlil Pimpin Popularitas Menteri di Survei IPO
Survei IPO menunjukkan Bahlil Lahadalia unggul dalam popularitas di kalangan menteri, dengan capaian tertinggi di berbagai kategori termasuk bidang ekonomi dan kinerja.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.03 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berhasil meraih posisi teratas dalam survei opini publik terhadap pejabat tinggi di Kabinet Merah Putih. Dalam pertanyaan mengenai kesadaran publik terhadap nama-nama menteri, Bahlil mencatat skor 37,5 persen, mengungguli Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang berada di posisi kedua dengan 34,1 persen. Angka ini menunjukkan dominasi eksposur publik yang signifikan bagi Bahlil dalam konteks pengenalan tokoh pemerintahan.
Popularitas Bahlil juga menonjol dalam aspek penilaian kinerja, di mana 31,1 persen responden menyatakan puas terhadap kinerjanya—angka tertinggi dibandingkan pejabat lain. Di bidang ekonomi, ketertarikan publik terhadap Bahlil mencapai 77,4 persen, jauh melampaui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hanya 23,5 persen. Di kategori ini, Bahlil menjadi tokoh paling dikenal dalam pengelolaan kebijakan ekonomi, mengungguli sejumlah menteri di bidang usaha mikro, pariwisata, investasi, dan ketenagakerjaan.
Dalam sektor politik dan keamanan, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menduduki posisi teratas dengan popularitas 28,5 persen, diikuti Meutya Hafid dan Dudung Abdurachman. Sementara di bidang hukum dan anti-korupsi, Menteri HAM Natalius Pigai meraih 15,5 persen, unggul atas rekannya di kementerian koordinasi. Di bidang sosial dan kesejahteraan, Cak Imin kembali menjadi tokoh paling dikenal dengan 61,5 persen, disusul Zulkifli Hasan dan Andi Amran Sulaiman.
Pada ranah pembangunan manusia dan infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono memimpin dengan popularitas 64,5 persen, diikuti Erick Thohir. Survei yang dilakukan oleh Indonesia Political Opinion (IPO) pada 12–20 Oktober 2026 terhadap 1.200 responden menggunakan metode multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error ±2,9 persen. Hasil ini menjadi gambaran utuh mengenai persepsi publik terhadap kinerja dan eksposur tokoh-tokoh pemerintah di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Harga emas batangan Antam turun Rp10 ribu menjadi Rp2,540 juta per gram pada perdagangan Jumat, 23 Oktober.
24 Oktober 2026

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Investor global mendesak MSCI menjelaskan alasan ancaman penurunan kasta pasar modal Indonesia, menekankan perlunya transparansi dan penindakan nyata terhadap manipulasi pasar.
24 Oktober 2026

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Menteri Keuangan Suahasil Nazara melantik sejumlah pejabat tinggi di Kemenkeu, termasuk pengganti sekretaris jenderal yang sebelumnya dijabat Robert Leonard Marbun.
24 Oktober 2026

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Pemerintah mempercepat program E50 sebagai langkah strategis mengurangi ketergantungan impor bensin dalam lima tahun ke depan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

Transmart Gelar Full Day Sale, Diskon Elektronik Hingga Jutaan Rupiah
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

BI Siapkan Insentif Kredit untuk Sektor Baru Prioritas
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.05 WITA

<Korea Utara dan Ancaman Invasi: Realitas atau Simulasi Game?>
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.05 WITA

