Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemerintah Perluas Alokasi Beras SPHP untuk Stabilkan Harga dan Akses Pangan

Pemerintah menambah alokasi beras Program Sembako Pemerintah Harga Tetap sebanyak satu juta ton demi menjaga stabilitas harga dan akses pangan selama musim paceklik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Pemerintah Perluas Alokasi Beras SPHP untuk Stabilkan Harga dan Akses Pangan📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah memperkuat upaya menjaga ketersediaan pangan dengan menambah alokasi beras Program Sembako Pemerintah Harga Tetap (SPHP) sebanyak satu juta ton. Langkah ini dilakukan sebagai respons strategis terhadap potensi tekanan harga dan keterbatasan pasokan pada masa paceklik, khususnya di wilayah rawan pangan. Penambahan stok ini menjadi bagian dari komitmen nasional untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap beras berkualitas dengan harga terjangkau.

Program bantuan pangan berupa beras disalurkan secara nasional kepada 33,2 juta penerima manfaat, meliputi periode Oktober hingga Desember 2026. Menteri Koordinator Bidang Pangan menegaskan bahwa distribusi yang terkoordinasi dan tepat sasaran menjadi kunci keberhasilan program. Ia menyebut bahwa penambahan stok tersebut bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan harian, tetapi juga untuk mencegah gejolak harga di pasar tradisional dan ritel.

Sinergi antara Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Perum Bulog menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan program. Kepala Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumatera Utara menegaskan kesiapan jaringan logistik dan stok cadangan yang telah dipersiapkan secara matang. Ia menekankan bahwa penyaluran akan dilakukan setelah data penerima diverifikasi, serta memastikan distribusi berjalan efisien hingga tingkat desa.

Pemerintah juga menekankan keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam pasokan beras melalui program MBG, sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi lokal. Upaya ini sejalan dengan target swasembada pangan nasional yang menjadi prioritas strategis. Dengan pendekatan terintegrasi antara stok, distribusi, dan penguatan ekonomi lokal, diharapkan stabilitas harga dan ketersediaan pangan dapat terjaga secara berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya