Rabu, 16 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

CXMT Gugat Pentagon Soal Daftar Perusahaan Militer China

Produsen chip DRAM terbesar China, CXMT, menggugat Pentagon atas penetapan sebagai entitas yang mendukung militer Beijing, menegaskan tidak memiliki afiliasi militer dan menilai keputusan tersebut tanpa dasar hukum.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 23.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
CXMT Gugat Pentagon Soal Daftar Perusahaan Militer China📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan teknologi memori China, ChangXin Memory Technologies (CXMT), mengajukan gugatan federal terhadap Kementerian Pertahanan Amerika Serikat karena dimasukkan ke dalam daftar perusahaan yang dianggap mendukung militer Tiongkok. CXMT menegaskan bahwa aktivitas bisnisnya sepenuhnya bersifat sipil dan komersial, tanpa keterlibatan dalam sektor pertahanan, serta menolak tuduhan yang menyatakan bahwa produknya digunakan untuk kepentingan militer.

Gugatan ini diajukan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Columbia dan menyertakan sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Wakil Menteri Pertahanan Steve Feinberg, dan Asisten Menteri Pertahanan untuk Kebijakan Basis Industri Michael Cadenazzi sebagai pihak tergugat. CXMT menilai keputusan Pentagon bersifat sepihak, tidak didukung bukti konkret, dan melanggar prinsip hak proses hukum yang dijamin oleh konstitusi.

Perusahaan menyampaikan bahwa sejak penetapan awal pada Januari 2025, mereka telah menghabiskan lebih dari satu tahun untuk menyediakan data dan klarifikasi kepada Pentagon guna membantah status tersebut. Bahkan, Pentagon sempat mengumumkan rencana mengeluarkan CXMT dari daftar pada Februari, namun menarik kembali keputusan itu tanpa penjelasan yang memadai, yang kemudian dituding sebagai ketidaktransparanan.

CXMT menekankan bahwa keberadaan dalam daftar tersebut telah menimbulkan dampak serius terhadap reputasi dan operasional bisnis, termasuk hambatan dalam akses pasar global. Perusahaan yang pendapatannya melonjak 874 persen pada semester pertama tahun ini dan merupakan produsen DRAM terbesar di China, berharap dapat memperluas pasar internasional, termasuk Amerika Serikat, dalam jangka panjang.

Keputusan ini menempatkan CXMT dalam barisan perusahaan teknologi China lain yang melakukan upaya hukum serupa. Sebelumnya, Alibaba dan Xiaomi juga menggugat pemerintah AS atas penetapan serupa, dengan Xiaomi berhasil keluar dari daftar pada 2021 setelah proses hukum. CXMT menegaskan bahwa keputusan terhadap mereka tidak didukung oleh fakta, hukum yang berlaku, atau pertimbangan yang logis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya