Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Danantara Perkuat Strategi Investasi di Saat IHSG Melemah

Danantara melihat penurunan IHSG di bawah 5.000 sebagai kesempatan untuk masuk ke saham dengan fundamental kuat dan valuasi menarik, terutama di sektor perbankan BUMN.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 69x dibuka
Danantara Perkuat Strategi Investasi di Saat IHSG Melemah📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kondisi pasar modal yang mengalami koreksi tajam, ditandai dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di bawah level 5.000, dinilai sebagai momen strategis oleh Danantara untuk memperluas portofolio investasi. Pemimpin perusahaan, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa penurunan harga saham tidak serta-merta mengindikasikan risiko tinggi, melainkan menawarkan peluang bagi investor yang berorientasi jangka panjang. Ia menekankan bahwa analisis mendalam terhadap kualitas perusahaan menjadi kunci utama dalam menentukan keputusan investasi saat ini.

Dalam pandangan Rosan, sejumlah emiten, khususnya perusahaan milik negara seperti bank BUMN, tetap menunjukkan kesehatan fundamental yang solid. Bahkan, sebagian saham perbankan kini diperdagangkan dengan rasio price to book value (PBV) di bawah satu kali, menunjukkan bahwa harga pasar berada di bawah nilai aset perusahaan. Hal ini menurutnya menjadi indikator valuasi yang menarik bagi investor yang mencari saham dengan potensi pertumbuhan dan perlindungan terhadap volatilitas pasar.

Selain valuasi yang menguntungkan, Danantara juga mempertimbangkan potensi imbal hasil dari dividen. Sejumlah saham seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) disebut menawarkan tingkat imbal hasil dividen mencapai 16% dan 13% per tahun. Menurut Rosan, pendapatan dari dividen dapat menjadi sumber pengembalian investasi yang stabil, bahkan ketika harga saham belum pulih secara signifikan.

Keputusan untuk menambah posisi investasi dilakukan secara bertahap dan berbasis analisis komprehensif. Danantara tidak mengambil langkah spekulatif, melainkan menerapkan pendekatan yang mempertimbangkan analisis fundamental, teknikal, serta persepsi pasar terhadap saham-saham target. Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap investasi didukung oleh data dan prospek bisnis yang kuat, bukan hanya tren pasar sementara.

Rosan menegaskan bahwa kebijakan investasi tidak bersifat otomatis atau generalisasi, tetapi tetap berlandaskan pada evaluasi mendalam terhadap setiap emiten. Ia menekankan bahwa keberhasilan jangka panjang tergantung pada kualitas perusahaan, bukan hanya pada fluktuasi harga saham jangka pendek. Dengan pendekatan ini, Danantara berharap dapat memanfaatkan kondisi pasar yang saat ini terkoreksi untuk memperkuat posisi investasi secara berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya