Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bank Mandiri Bagi Dividen Rp50,63 Triliun dan Realisasi Buyback 2026

Bank Mandiri menyalurkan dividen total Rp50,63 triliun sepanjang 2026, didukung realisasi buyback 91,75 juta saham untuk program karyawan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Bank Mandiri Bagi Dividen Rp50,63 Triliun dan Realisasi Buyback 2026📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bank Mandiri menegaskan komitmen terhadap penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham melalui dua strategi utama: pembelian kembali saham (buyback) dan pembagian dividen. Aksi korporasi terakhir dilakukan pada Juni 2026, dengan pembelian 91,75 juta saham yang selanjutnya dialihkan melalui Program Kepemilikan Saham bagi Karyawan (PSK). Langkah ini bertujuan memperkuat rasa kepemilikan dan kinerja internal, sekaligus menjaga konsistensi antara kinerja karyawan dan pencapaian strategis perusahaan, sesuai aturan OJK.

Pembagian dividen mencerminkan kinerja keuangan yang stabil dan berkelanjutan. Total dividen yang disalurkan pada tahun 2026 mencapai Rp50,63 triliun, terdiri dari dividen tahun buku 2025 senilai Rp44,47 triliun dan dividen interim 2026 sebesar Rp6,16 triliun. Pembagian interim dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan modal operasional, likuiditas, serta prospek ekspansi bisnis, sehingga tetap menjaga daya tahan keuangan perusahaan.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menegaskan bahwa dividen interim merupakan bentuk penghargaan atas kepercayaan pemegang saham. Ia menekankan bahwa jumlah yang dibagikan tetap memperhatikan kewajiban ekspansi dan antisipasi risiko, agar bank tetap mampu menjaga pertumbuhan kredit dan profitabilitas jangka panjang. Pendekatan ini menunjukkan konsistensi dalam mengelola modal secara bijak tanpa mengorbankan kinerja operasional.

Hingga Agustus 2026, Bank Mandiri mencatat penyaluran kredit secara bank only sebesar Rp1.592 triliun, tumbuh 17,6 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.687 triliun, meningkat 17,6 persen YoY—melampaui rata-rata industri yang hanya tumbuh 13,7 persen. Kualitas aset tetap terjaga dengan NPL gross sebesar 1,00 persen dan NPL coverage ratio mencapai 240,6 persen. Laba bersih bank only pada periode tersebut mencapai Rp37,5 triliun, naik 22,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan fondasi keuangan yang kuat dan kinerja operasional yang terus meningkat, Bank Mandiri akan terus menjaga keseimbangan antara distribusi imbal hasil dan penguatan kapasitas bisnis. Pendekatan pengelolaan modal yang prudent menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas, pertumbuhan, serta keberlanjutan nilai bagi pemegang saham di masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya