Daya Beli Masyarakat Tak Melemah, Data Justru Tunjukkan Konsumsi Tetap Kuat
Ekonom dan pejabat pemerintah menegaskan bahwa daya beli masyarakat Indonesia tidak mengalami penurunan, didukung data aktivitas ekonomi, transaksi digital, dan sektor pariwisata yang terus tumbuh.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 67x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk, David E. Sumual, menyampaikan bahwa tren konsumsi masyarakat Indonesia menunjukkan fenomena yang disebut lipstick effect, yakni kecenderungan membeli produk mewah dalam ukuran kecil dan harga terjangkau meski ekonomi sedang melambat. Fenomena ini menguatkan sektor seperti kecantikan, perawatan diri, teknologi, kreatif digital, serta barang nonesensial seperti furnitur dan dekorasi rumah, yang tetap menunjukkan prospek positif di tengah sinyal melemahnya daya beli.
Berdasarkan data dari 34 juta nasabah BCA, pertumbuhan belanja masyarakat pada September 2026 tercatat hanya 1,4% secara tahunan, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 1,8% pada Agustus. Indikator ini menunjukkan perlambatan tren konsumsi, yang juga tercermin dari penurunan tren pendapatan masyarakat menurut BCA Income Index. Namun, David menekankan bahwa sektor-sektor nontradisional seperti layanan kesehatan mental, pendidikan nonformal, logistik khusus, dan renovasi rumah tetap menjadi pilar pertumbuhan ekonomi yang stabil.
Di sisi lain, Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Wibowo, membantah klaim bahwa daya beli masyarakat sedang melemah. Ia menegaskan bahwa data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan aktivitas ekonomi yang masih kuat, terutama dalam sektor transportasi, pariwisata, dan restoran. Menurutnya, aktivitas masyarakat yang meningkat dalam berwisata dan berkonsumsi di tempat umum menjadi bukti nyata bahwa daya beli tetap solid.
Ia juga menyoroti lonjakan transaksi melalui QRIS yang terus berada di atas 100%, menandakan tingginya aktivitas ekonomi digital. Menurut Dradjad, jika daya beli benar-benar melemah, maka transaksi digital dan konsumsi di sektor jasa tidak akan mampu tumbuh signifikan. Dengan demikian, ia menilai klaim pelemahan daya beli adalah anggapan yang tidak akurat dan tidak didukung oleh data empiris yang ada.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.
24 Oktober 2026

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Monako meraih posisi teratas dalam indeks tempat tinggal terbaik dunia 2026 berdasarkan evaluasi lima aspek kunci, termasuk kualitas hidup dan keamanan.
24 Oktober 2026

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

