Defisit Transaksi Berjalan Diproyeksi Membesar Tahun Depan
Bank Dunia memperkirakan defisit transaksi berjalan Indonesia akan membesar akibat peningkatan belanja prioritas, investasi negara, dan subsidi energi.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 15.24 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 9x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank Dunia memperkirakan defisit transaksi berjalan Indonesia akan mengalami peningkatan signifikan pada tahun depan. Peningkatan tersebut dipicu oleh peningkatan pengeluaran pemerintah dalam program prioritas nasional, termasuk proyek infrastruktur strategis dan dukungan subsidi energi yang terus berlanjut. Kebijakan-kebijakan ini, meski mampu menopang pertumbuhan ekonomi jangka pendek, berpotensi memperparah ketidakseimbangan fiskal dan eksternal negara.
Dalam analisis terbarunya, lembaga tersebut menekankan bahwa dinamika ini perlu diimbangi dengan kebijakan fiskal yang lebih ketat dan reformasi struktural untuk menjaga stabilitas ekonomi makro. Peningkatan defisit transaksi berjalan yang berkelanjutan dapat menekan nilai tukar rupiah dan meningkatkan risiko ketergantungan terhadap modal asing. Kondisi ini menuntut keseimbangan antara pertumbuhan dan keberlanjutan fiskal.
Peningkatan belanja pemerintah yang didorong oleh kebutuhan pembangunan dan perlindungan sosial, terutama di sektor energi, menjadi salah satu faktor utama yang mendorong perluasan defisit. Kebijakan subsidi energi, meski penting untuk menjaga daya beli masyarakat, berkontribusi pada tekanan pada neraca pembayaran. Tanpa reformasi kebijakan subsidi, defisit diperkirakan akan terus melebar.
Dengan proyeksi tersebut, diperlukan pendekatan strategis dalam pengelolaan anggaran dan peningkatan efisiensi pengeluaran. Pemerintah diminta untuk memperkuat kebijakan fiskal yang berkelanjutan dan mendorong sektor swasta untuk berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas eksternal menjadi kunci utama dalam menjaga kredibilitas ekonomi nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pilih Paspor 5 atau 10 Tahun? Ini Perbedaan Biaya dan Manfaatnya
Pemohon paspor di Indonesia bisa memilih masa berlaku 5 atau 10 tahun, tergantung kriteria usia, status pernikahan, dan domisili, dengan perbedaan biaya Rp300.000 antara keduanya.
7 Oktober 2026

Super El Niño 2026–2027 Ancam Ketahanan Pangan dan Stabilitas Ekonomi
Prediksi ilmiah menunjukkan El Niño kuat hingga 2027 berpotensi picu krisis pangan, inflasi, dan kebakaran hutan di sejumlah wilayah Indonesia.
7 Oktober 2026

Penjualan Hotel di Bali Meningkat, Tapi Bukan Tanda Krisis
Lonjakan penawaran hotel di Bali bukan indikator kegagalan bisnis, melainkan bagian dari siklus investasi properti yang dinamis.
7 Oktober 2026

Penyerahan Denda dan Hutan Kembali ke Negara Capai Rp13,2 Triliun
Presiden Prabowo hadir dalam penyerahan denda administratif dan pengembalian kawasan hutan seluas 6,21 juta hektare, termasuk 259 ribu hektare yang diserahkan ke Kementerian Kehutanan pada tahap VIII.
7 Oktober 2026
Berita Lainnya

H. Amir Resmikan Lapangan Voli Baru di Konawe, Buka Turnamen Penuh Kejutan
Rabu, 7 Oktober 2026, 16.38 WITA

Seniman Asal Tonggouna Konawe Sukses Lukis Logo Partai Rakyat Indonesia
Rabu, 7 Oktober 2026, 15.58 WITA

Seniman Menyelesaikan Logo Partai Rakyat Indonesia
Rabu, 7 Oktober 2026, 15.58 WITA

Otak Tetap Sehat Meski Usia Bertambah
Rabu, 7 Oktober 2026, 15.35 WITA

Minuman Harian Berdampak pada Kesehatan Mental
Rabu, 7 Oktober 2026, 15.32 WITA

Penjualan Daihatsu Naik 10 Persen di Kuartal III 2026
Rabu, 7 Oktober 2026, 15.31 WITA

As Roda Omoda 5 Copot di Malaysia, Chery Lakukan Recall 600 Unit
Rabu, 7 Oktober 2026, 15.31 WITA

Honda 0 Alpha EV Siap Meluncur di India Akhir Tahun Ini
Rabu, 7 Oktober 2026, 15.31 WITA

