Rabu, 7 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

DJBC Gagalkan Penyelundupan Rokok Ilegal 1,1 Miliar Batang

Menteri Keuangan menekankan bahwa capaian penindakan rokok ilegal mencapai 1,1 miliar batang, tetapi jumlah yang masih beredar jauh lebih besar, sebagai tantangan mendesak untuk diperkuat pengawasannya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 15.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 9x dibuka
DJBC Gagalkan Penyelundupan Rokok Ilegal 1,1 Miliar Batang📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) telah berhasil menggagalkan peredaran rokok ilegal senilai lebih dari 1,1 miliar batang hingga periode peringatan 80 tahun institusi tersebut. Angka ini menjadi bukti nyata atas kerja keras tim penegak hukum di lapangan, namun juga menjadi peringatan bahwa jumlah rokok ilegal yang beredar di luar pengawasan jauh lebih besar. Menteri Keuangan menegaskan bahwa pencapaian ini bukan alasan untuk berhenti, melainkan dorongan untuk terus meningkatkan efektivitas penindakan.

Dalam sambutannya, Menteri Keuangan menekankan bahwa setiap hasil penindakan yang diraih harus menjadi motivasi, bukan pencapaian akhir. Ia menyampaikan bahwa jika satu miliar batang berhasil diamankan, maka jumlah yang masih beredar di pasar bebas diperkirakan jauh melebihi angka tersebut. Dengan demikian, kerja keras harus terus diperkuat, terutama di wilayah perbatasan dan jalur transit maritim yang rawan penyelundupan.

Selain rokok, DJBC juga mencatat keberhasilan dalam menggagalkan penyelundupan emas ilegal dengan total lebih dari 300 kilogram. Temuan ini menunjukkan keberhasilan dalam mengendalikan komoditas strategis yang rentan diselundupkan. Untuk menjaga keberlanjutan hasil tersebut, Menteri Keuangan meminta peningkatan kapasitas SDM, pemanfaatan teknologi canggih, serta optimalisasi peralatan dan proses bisnis internal.

Upaya penguatan pengawasan juga mencakup peningkatan jumlah kapal patroli di wilayah perairan nasional, sebagai bentuk komitmen dalam menutup celah pelanggaran di laut. Menkeu menegaskan bahwa keberhasilan sistem pengawasan bukan hanya tanggung jawab DJBC, tetapi juga hasil dari sinergi semua pihak yang terlibat dalam penguatan kebijakan kepabeanan dan cukai.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya