RUU Migas Masih dalam Proses Penyempurnaan
Pemerintah terus mempercepat penyusunan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Migas dengan target serah terima ke Presiden pada 22 Oktober 2026.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 15.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 10x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah kini fokus menyelesaikan dokumen Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) terkait Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas), yang menjadi langkah krusial sebelum masuk ke tahap pembahasan formal di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Meski sebelumnya sempat disebutkan bahwa target penyelesaian pembahasan RUU Migas ditargetkan pada Oktober 2026, pejabat terkait menegaskan bahwa proses masih berlangsung intensif dan belum dapat dipastikan kapan selesai.
Penyusunan DIM dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga, dengan tujuan menyelaraskan kebijakan dan mengidentifikasi persoalan hukum serta teknis yang perlu diatasi dalam rancangan undang-undang tersebut. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menegaskan bahwa pihaknya sedang mengakselerasi proses konsolidasi agar dokumen DIM dapat diserahkan kepada Presiden sesuai target 22 Oktober 2026. Hal ini merupakan tindak lanjut dari instruksi presiden yang menekankan pentingnya percepatan penyusunan regulasi sektor migas.
Draf awal RUU Migas sebelumnya telah diserahkan oleh DPR RI kepada pemerintah pada bulan Agustus 2026, sehingga kini giliran pemerintah menyusun respons berupa DIM sebagai dasar negosiasi dan pembahasan lebih lanjut. Setelah DIM diserahkan ke DPR, tahap selanjutnya akan melibatkan Panitia Kerja (Panja) atau Badan Legislasi (Baleg) untuk memproses RUU tersebut sesuai mekanisme legislasi parlemen.
Pemerintah menyampaikan harapan agar seluruh proses penyiapan hingga pembahasan dapat berjalan lancar dan tidak terjadi penundaan signifikan. Dengan demikian, diharapkan regulasi baru di bidang migas dapat segera disahkan dalam tahun ini, sehingga mampu memberikan kepastian hukum dan mendukung pengembangan sektor energi nasional secara berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Cadangan Devisa RI Turun Sedikit di Akhir September 2026
Cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 tercatat US$146,3 miliar, mengalami penurunan tipis dari posisi Agustus yang sebesar US$146,5 miliar.
7 Oktober 2026

Bantuan Beras 30 Kg Dirapel untuk 33 Juta Penerima Mulai Pekan Ini
Pemerintah mulai menyalurkan bantuan beras 30 kilogram per keluarga untuk tiga bulan sekaligus kepada 33,2 juta warga di desil 1 hingga 4.
7 Oktober 2026

Pesangon PHK Naik Jadi Minimal Satu Kali Gaji
Aturan baru perlindungan ketenagakerjaan menetapkan pesangon minimal satu kali gaji bagi pekerja yang di-PHK karena efisiensi atau kepailitan, menggantikan ketentuan 0,5 kali gaji sebelumnya.
7 Oktober 2026

Pemerintah Diminta Segera Beri Subsidi Truk Listrik
Peneliti UGM meminta pemerintah segera hadirkan insentif subsidi untuk truk listrik guna percepatan elektrifikasi transportasi barang dan dukung transisi energi berkelanjutan.
7 Oktober 2026
Berita Lainnya

H. Amir Resmikan Lapangan Voli Baru di Konawe, Buka Turnamen Penuh Kejutan
Rabu, 7 Oktober 2026, 16.38 WITA

Seniman Asal Tonggouna Konawe Sukses Lukis Logo Partai Rakyat Indonesia
Rabu, 7 Oktober 2026, 15.58 WITA

Seniman Menyelesaikan Logo Partai Rakyat Indonesia
Rabu, 7 Oktober 2026, 15.58 WITA

Otak Tetap Sehat Meski Usia Bertambah
Rabu, 7 Oktober 2026, 15.35 WITA

Pilih Paspor 5 atau 10 Tahun? Ini Perbedaan Biaya dan Manfaatnya
Rabu, 7 Oktober 2026, 15.33 WITA

Minuman Harian Berdampak pada Kesehatan Mental
Rabu, 7 Oktober 2026, 15.32 WITA

Penjualan Daihatsu Naik 10 Persen di Kuartal III 2026
Rabu, 7 Oktober 2026, 15.31 WITA

As Roda Omoda 5 Copot di Malaysia, Chery Lakukan Recall 600 Unit
Rabu, 7 Oktober 2026, 15.31 WITA

