Rabu, 7 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Cadangan Devisa RI Turun Sedikit di Akhir September 2026

Cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 tercatat US$146,3 miliar, mengalami penurunan tipis dari posisi Agustus yang sebesar US$146,5 miliar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 15.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Cadangan Devisa RI Turun Sedikit di Akhir September 2026📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir bulan September 2026 berada pada level US$146,3 miliar, menunjukkan penurunan kecil dibandingkan dengan pencapaian bulan sebelumnya yang mencapai US$146,5 miliar. Penurunan ini terjadi seiring dengan aktivitas penarikan pinjaman luar negeri oleh pemerintah, sekaligus dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri yang jatuh tempo serta kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah yang dilakukan oleh otoritas moneter.

Peningkatan dalam penerimaan pajak dan jasa juga menjadi faktor yang turut memengaruhi pergerakan cadangan devisa pada periode tersebut. Meski mengalami penurunan ringan, posisi cadangan devisa tetap berada pada level yang cukup kuat, mampu menutup kebutuhan impor selama 5,3 bulan atau mencakup 5,2 bulan jika dikaitkan dengan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka ini jauh melampaui standar internasional yang biasanya diperkirakan sekitar tiga bulan impor.

Bank Indonesia menegaskan bahwa cadangan devisa saat ini tetap mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga stabilitas makroekonomi serta sistem keuangan nasional. Otoritas moneter meyakini bahwa kondisi eksternal Indonesia tetap terjaga baik, didukung oleh posisi cadangan yang memadai serta aliran masuk modal asing yang stabil.

Kemampuan menarik investasi asing terus didukung oleh persepsi positif pasar terhadap prospek ekonomi domestik serta imbal hasil investasi yang kompetitif. Bank Indonesia berkomitmen untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah guna menjaga keseimbangan eksternal, memastikan stabilitas ekonomi, dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah dinamika pasar global yang masih menunjukkan ketidakpastian tinggi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya