Pemerintah Diminta Segera Beri Subsidi Truk Listrik
Peneliti UGM meminta pemerintah segera hadirkan insentif subsidi untuk truk listrik guna percepatan elektrifikasi transportasi barang dan dukung transisi energi berkelanjutan.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 15.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah diminta menghadirkan kebijakan subsidi khusus untuk truk listrik guna mendorong adopsi kendaraan ramah lingkungan di sektor logistik. Arif Wismadi, peneliti dari Center for Transportation and Logistics Studies UGM, menegaskan bahwa distribusi barang merupakan kebutuhan dasar masyarakat, sehingga transformasi armada angkutan barang menjadi prioritas strategis dalam upaya mempercepat transisi energi nasional.
Harga truk listrik saat ini masih jauh lebih tinggi dibandingkan truk konvensional, berkisar dua hingga tiga kali lipat. Kondisi ini menjadi penghambat utama bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) yang mengandalkan kendaraan untuk operasional harian. Arif menyoroti ketidaktepatan sasaran kebijakan subsidi saat ini, yang cenderung menguntungkan masyarakat berpenghasilan tinggi yang membeli mobil listrik pribadi, bukan kendaraan komersial untuk kebutuhan distribusi.
Untuk menyeimbangkan akses, Arif mengusulkan relaksasi kebijakan pembiayaan dari sektor perbankan. Ia menyarankan agar bank dapat mempertimbangkan STNK sebagai agunan dalam proses kredit truk listrik, sehingga memudahkan UMKM mendapatkan pendanaan tanpa harus menyerahkan aset berharga lainnya. Langkah ini dinilai dapat mendorong partisipasi pelaku usaha mikro dalam program elektrifikasi transportasi.
Dampak lingkungan menjadi alasan krusial lainnya. Meskipun jumlah truk dan bus di Indonesia hanya sekitar 2,3 juta unit atau 3,9 persen dari total kendaraan konvensional, mereka menjadi penyumbang emisi karbon tertinggi. Data dari Korlantas Polri menunjukkan dominasi emisi dari armada angkutan berat, sehingga elektrifikasi sektor ini menjadi kunci dalam pencapaian target netralitas karbon nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

RUU Migas Masih dalam Proses Penyempurnaan
Pemerintah terus mempercepat penyusunan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Migas dengan target serah terima ke Presiden pada 22 Oktober 2026.
7 Oktober 2026

Cadangan Devisa RI Turun Sedikit di Akhir September 2026
Cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 tercatat US$146,3 miliar, mengalami penurunan tipis dari posisi Agustus yang sebesar US$146,5 miliar.
7 Oktober 2026

Bantuan Beras 30 Kg Dirapel untuk 33 Juta Penerima Mulai Pekan Ini
Pemerintah mulai menyalurkan bantuan beras 30 kilogram per keluarga untuk tiga bulan sekaligus kepada 33,2 juta warga di desil 1 hingga 4.
7 Oktober 2026

Pesangon PHK Naik Jadi Minimal Satu Kali Gaji
Aturan baru perlindungan ketenagakerjaan menetapkan pesangon minimal satu kali gaji bagi pekerja yang di-PHK karena efisiensi atau kepailitan, menggantikan ketentuan 0,5 kali gaji sebelumnya.
7 Oktober 2026
Berita Lainnya

Seniman Asal Tonggouna Konawe Sukses Lukis Logo Partai Rakyat Indonesia
Rabu, 7 Oktober 2026, 15.58 WITA

Seniman Menyelesaikan Logo Partai Rakyat Indonesia
Rabu, 7 Oktober 2026, 15.58 WITA

Otak Tetap Sehat Meski Usia Bertambah
Rabu, 7 Oktober 2026, 15.35 WITA

Pilih Paspor 5 atau 10 Tahun? Ini Perbedaan Biaya dan Manfaatnya
Rabu, 7 Oktober 2026, 15.33 WITA

Minuman Harian Berdampak pada Kesehatan Mental
Rabu, 7 Oktober 2026, 15.32 WITA

Penjualan Daihatsu Naik 10 Persen di Kuartal III 2026
Rabu, 7 Oktober 2026, 15.31 WITA

As Roda Omoda 5 Copot di Malaysia, Chery Lakukan Recall 600 Unit
Rabu, 7 Oktober 2026, 15.31 WITA

Honda 0 Alpha EV Siap Meluncur di India Akhir Tahun Ini
Rabu, 7 Oktober 2026, 15.31 WITA

