Pemerintah Pertimbangkan Moratorium Smelter Nikel Setengah Jadi
Pemerintah mengkaji moratorium pembangunan smelter nikel yang hanya menghasilkan produk setengah jadi demi menghindari jatuhnya harga global akibat oversupply.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 15.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 9x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah kini menilai perlu mempertimbangkan pembatasan terhadap pengembangan fasilitas pemurnian nikel yang hanya menghasilkan produk setengah jadi. Langkah ini diambil menyusul tren penurunan harga nikel di pasar internasional, yang disebabkan oleh kelebihan pasokan global mencapai 2,5 juta ton. Dalam kondisi tersebut, produksi yang tidak sejalan dengan permintaan pasar dinilai berisiko memperparah krisis harga.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa sebagian besar smelter nikel yang beroperasi saat ini masih berada pada tingkat produksi setengah jadi, berkisar antara 50 hingga 60 persen. Ia menekankan bahwa pemerintah akan mengatur volume produksi nasional secara proporsional, bukan berdasarkan kapasitas terpasang yang tinggi, melainkan sesuai dengan dinamika permintaan global.
Tujuan utama kebijakan ini adalah menjaga stabilitas harga komoditas dan mencegah penjualan nikel dengan harga murah saat pasar sedang jenuh. Meskipun kapasitas produksi smelter secara teori besar, pemerintah akan menyesuaikan tingkat operasional riil di lapangan agar tidak melampaui kebutuhan pasar. Dengan demikian, risiko penurunan harga yang berkelanjutan dapat diminimalkan.
Pengendalian produksi juga bertujuan menjaga keberlanjutan sumber daya alam nasional. Nikel, sebagai mineral terbatas, tidak dapat diperbarui seperti hasil pertanian atau perkebunan. Bahlil menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan eksploitasi agar generasi mendatang tetap memiliki akses terhadap sumber daya strategis ini. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Bahlil Konfirmasi Kemenperin Masuk Lingkup Hilirisasi
Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyatakan Kementerian Perindustrian kemungkinan besar akan berada di bawah naungannya, sejalan dengan upaya optimalisasi nilai tambah sumber daya nasional.
7 Oktober 2026

RI Siap Raih Investasi US$618 Miliar dari Hilirisasi 28 Komoditas
Pemerintah memperkirakan program hilirisasi 28 komoditas strategis mampu menarik investasi hingga US$618,1 miliar dan meningkatkan ekspor hingga US$857,6 miliar dalam lima tahun ke depan.
7 Oktober 2026

Hilirisasi Mineral dan Batu Bara Jadi Sorotan Utama 2027
Pemerintah menetapkan mineral dan batu bara sebagai prioritas utama dalam program hilirisasi tahun 2027, dengan target investasi Rp2.900 triliun dan peningkatan ekspor hingga US$857 miliar.
7 Oktober 2026

Elektrifikasi Transportasi dan Rumah Tangga Jadi Lompatan Emisi
Indonesia perlu fokus pada sektor mudah dielektrifikasi seperti transportasi dan rumah tangga untuk turunkan emisi karbon secara efektif.
6 Oktober 2026
Berita Lainnya

H. Amir Resmikan Lapangan Voli Baru di Konawe, Buka Turnamen Penuh Kejutan
Rabu, 7 Oktober 2026, 16.38 WITA

Seniman Asal Tonggouna Konawe Sukses Lukis Logo Partai Rakyat Indonesia
Rabu, 7 Oktober 2026, 15.58 WITA

Seniman Menyelesaikan Logo Partai Rakyat Indonesia
Rabu, 7 Oktober 2026, 15.58 WITA

Otak Tetap Sehat Meski Usia Bertambah
Rabu, 7 Oktober 2026, 15.35 WITA

Pilih Paspor 5 atau 10 Tahun? Ini Perbedaan Biaya dan Manfaatnya
Rabu, 7 Oktober 2026, 15.33 WITA

Minuman Harian Berdampak pada Kesehatan Mental
Rabu, 7 Oktober 2026, 15.32 WITA

Penjualan Daihatsu Naik 10 Persen di Kuartal III 2026
Rabu, 7 Oktober 2026, 15.31 WITA

As Roda Omoda 5 Copot di Malaysia, Chery Lakukan Recall 600 Unit
Rabu, 7 Oktober 2026, 15.31 WITA

