Trump Setujui Eksekusi Mati Nidal Hasan Setelah 65 Tahun
Presiden AS Donald Trump menyetujui hukuman mati regu tembak terhadap Nidal Hasan, pelaku penembakan di Fort Hood 2009, pertama kali sejak Perang Dunia 2.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 12.09 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump telah menyetujui rekomendasi hukuman mati berupa eksekusi regu tembak terhadap Nidal Malik Hasan, terdakwa kasus penembakan massal di pangkalan militer Fort Hood, Texas, pada 2009. Keputusan ini menjadi yang pertama kali dalam sejarah AS pasca-Perang Dunia 2, menandai hampir 65 tahun sejak eksekusi serupa dilakukan terhadap anggota militer. Keputusan tersebut diambil setelah Menteri Pertahanan Pete Hegseth merekomendasikan hukuman mati berdasarkan hasil sidang militer yang berlangsung secara resmi.
Hasan, yang sebelumnya berpangkat mayor dan bekerja sebagai psikiater militer, dihukum karena membunuh 13 personel militer dan melukai 32 lainnya dalam serangan yang dilakukan saat berpakaian dinas. Dalam aksinya, ia sempat meneriakkan kalimat "Allahu Akbar" saat menyerang para tentara yang tak bersenjata. Sidang militer menghasilkan vonis bersalah atas 13 dakwaan pembunuhan berencana dan 32 dakwaan percobaan pembunuhan, dengan juri yang terdiri dari 13 perwira menyetujui hukuman mati secara bulat.
Selama proses persidangan, Hasan mengakui perbuatannya dan menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan keluarganya. Ia juga menyatakan bahwa tindakannya didorong oleh keyakinan bahwa Amerika Serikat terlibat dalam perang ilegal di Afghanistan, yang menurutnya menjadi pemicu bagi aksi tersebut. Penilaian ini mencerminkan narasi ideologis yang menyertai pelanggaran hukum militer yang berat.
Sejak masa Perang Dunia 2, eksekusi terhadap anggota militer AS sangat jarang terjadi. Prajurit terakhir yang dieksekusi dengan cara tembak mati adalah Eddie Slovik pada Januari 1945, karena desersi. Sebelumnya, pada 1961, John Bennett, seorang tentara, dieksekusi dengan gantung di Fort Leavenworth atas tuduhan pemerkosaan dan upaya pembunuhan terhadap seorang anak perempuan berusia 11 tahun dari Austria. Kini, dengan disetujuinya hukuman terhadap Hasan, AS kembali membuka kembali praktik eksekusi mati dalam konteks militer yang sangat terbatas.
Hingga saat ini, belum ditentukan waktu dan lokasi pelaksanaan hukuman mati. Menteri Pertahanan Pete Hegseth akan menentukan jadwal resmi eksekusi setelah meninjau proses hukum yang telah selesai. Keputusan ini menandai titik penting dalam sejarah hukum militer AS, sekaligus menunjukkan kembali ketatnya penegakan hukum terhadap tindakan kekerasan yang melibatkan anggota angkatan bersenjata.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lima Drama Korea Baru Segera Tampilkan Dunia Kekerasan dan Cinta di Oktober 2026
Lima serial Korea baru mulai tayang Oktober 2026, mengangkat tema cinta, intrik, dan perjuangan di tengah realitas sosial yang kompleks.
7 Oktober 2026

Profesor Israel Didakwa Rencanakan Pemindahan Paksa Ratusan Warga Arab
Seorang profesor matematika dari Universitas Bar-Ilan dituntut atas dugaan merancang operasi pemindahan paksa dan pembunuhan massal terhadap warga Arab di Israel dan wilayah pendudukan.
7 Oktober 2026
Mahasiswa Demo Tuntut Rekonsiliasi Kasus Pemerkosaan di Cornell
Ribuan mahasiswa dari Cornell University menggelar aksi protes atas dugaan pemerkosaan berkelompok yang menimpa korban bernama anonim, menuntut reformasi sistem penanganan kekerasan seksual dan pengunduran diri pejabat universitas.
7 Oktober 2026

Penyelundupan Amunisi Ilegal Gagal di Perairan Jayapura
Tim gabungan Bea Cukai dan Satgas Cartenz menggagalkan penyelundupan 200 butir amunisi kaliber 5,56 mm serta rokok ilegal di perairan Jayapura, berdasarkan laporan informasi intelijen.
7 Oktober 2026
Berita Lainnya

Data Kesehatan Jadi Fondasi Inovasi Obat Berbasis AI
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.30 WITA

Bupati Siak Minta Pelunasan Utang DBH Migas Segera Ditegaskan
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.30 WITA

Pemerintah Siapkan Lahan Baru untuk Dukung Program E20
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.29 WITA

Defisit Perdagangan AS Melonjak di Tengah Kebijakan Tarif Trump
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.29 WITA

Emas Antam Naik Jadi Rp2,580 Juta per Gram
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.29 WITA

Rupiah Melemah Tipis di Awal Perdagangan Rabu
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.29 WITA

Bayan Sesuaikan Jumlah Saham dalam Perjanjian Jual Beli
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.28 WITA

Pemerintah Bisa Hemat Rp161 T dengan Transisi ke Truk Listrik
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.28 WITA

