Rabu, 7 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Melemah Tipis di Awal Perdagangan Rabu

Rupiah bergerak stabil di Rp17.866 per dolar AS pada pagi hari, menguat tipis 0,18 persen dari posisi sebelumnya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 12.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rupiah Melemah Tipis di Awal Perdagangan Rabu📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu (7/10) pagi berada di level Rp17.866 per dolar AS, menunjukkan kenaikan tipis sebesar 33 poin atau 0,18 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pergerakan ini terjadi di tengah fluktuasi mata uang Asia yang tidak seragam, dengan sejumlah mata uang seperti yuan China dan ringgit Malaysia menguat, sementara peso Filipina, dolar Singapura, yen Jepang, dan won Korea Selatan mengalami penurunan. Dolar Hong Kong sendiri bergerak datar.

Di pasar global, semua mata uang utama negara maju mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Euro Eropa turun 0,17 persen, poundsterling Inggris melemah 0,13 persen, dolar Australia terkoreksi 0,06 persen, dolar Kanada turun 0,06 persen, dan franc Swiss terdepresiasi 0,14 persen. Indeks dolar AS terpantau mengalami koreksi, didorong oleh rebound euro yang menunjukkan kembali kekuatan mata uang Eropa.

Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, memproyeksikan rupiah akan bergerak datar dengan potensi penguatan terbatas hari ini. Ia menekankan bahwa investor cenderung menahan diri sambil menanti rilis data cadangan devisa Indonesia siang ini serta rilis risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) malam hari. Kedua rilis tersebut dinilai berpotensi memengaruhi sentimen pasar terhadap rupiah.

Lukman memperkirakan pergerakan rupiah pada hari ini akan berada dalam kisaran Rp17.850 hingga Rp17.950 per dolar AS. Pergerakan ini dipengaruhi oleh sentimen pasar global yang masih sensitif terhadap data ekonomi makro dan kebijakan moneter dari bank sentral besar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya