Konser Israel Houghton Dibatalkan karena Kebijakan Luar Negeri
Pemerintah Indonesia menolak izin konser Israel Houghton di Jakarta lantaran dukungannya terhadap Israel bertentangan dengan posisi diplomatik Indonesia terhadap Palestina.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 12.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Indonesia secara tegas menolak rencana penyelenggaraan konser musik Israel Houghton bersama grup New Breed di Jakarta, yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026. Keputusan ini diambil setelah koordinasi lintas kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kemenko Polkam, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kebudayaan, serta Polri. Penolakan didasarkan pada keselarasan kebijakan luar negeri Indonesia yang selama ini mendukung perjuangan rakyat Palestina serta kekhawatiran terhadap potensi gangguan keamanan sosial.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa kegiatan besar yang berpotensi dimanfaatkan untuk propaganda politik akan dilarang di wilayah Indonesia. Ia menyebut bahwa keputusan ini bukan berkaitan dengan agama atau genre musik, melainkan kepentingan nasional dan konsistensi kebijakan luar negeri. “Pemerintah tidak menilai keyakinan pribadi, tetapi menilai dampak dari suatu kegiatan terhadap posisi Indonesia di kancah internasional,” ujarnya.
Pihak kepolisian, khususnya Polda Metro Jaya, juga menyatakan tidak akan memberikan izin keramaian untuk acara tersebut. Selain itu, Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko memastikan bahwa permohonan visa untuk keperluan konser akan ditolak, bahkan jika dilakukan melalui fasilitas visa on arrival. “Kegiatan tanpa izin penyelenggaraan dari kepolisian tidak akan diperbolehkan, termasuk dalam bentuk kunjungan ke Indonesia,” tegasnya. Penjualan tiket secara daring sebelum izin diterbitkan juga menjadi catatan kritis dalam penilaian pemerintah.
Pengumuman pembatalan konser juga didukung oleh respons publik, termasuk dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang menyoroti sensitivitas isu Palestina. Meski promotor dari Malaysia, Banyak Bagus Entertainment, masih menampilkan nama acara di situs resmi dengan sedikit perubahan, seperti menghilangkan nama Israel Houghton dari poster, belum ada konfirmasi resmi mengenai pembatalan atau perubahan jadwal. Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini bukan pelanggaran terhadap kebebasan berekspresi, melainkan upaya menjaga stabilitas nasional dan konsistensi kebijakan luar negeri.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Govinda Lanjutkan Perjalanan Musik Tanpa Irfan
Band Govinda memastikan tetap beraktivitas dengan formasi baru setelah vokalis utama Irfan Hadari hengkang setelah 18 tahun memimpin grup.
7 Oktober 2026

Stray Kids Pilih Tak Ikut Grammys demi Prinsip Musik Global
Boyband asal Korea Selatan, Stray Kids, memutuskan tidak mendaftarkan karya mereka ke Grammy Awards ke-69 sebagai bentuk protes terhadap kategori baru Asia yang dianggap diskriminatif.
6 Oktober 2026

Ifan Hadari Resmi Berpisah dari Govinda Setelah 18 Tahun
Vokalis Ifan Hadari mengumumkan pengunduran diri dari Govinda setelah hampir dua dekade membangun karier bersama band tersebut.
6 Oktober 2026

Taeyong Jelajahi Jakarta, Tertarik Warung Kerek dan Anak Kucing
Anggota NCT 127, Taeyong, membagikan pengalaman eksplorasi kota Jakarta yang menyentuh kehidupan sehari-hari warga, termasuk warung kerek dan interaksi dengan anak kucing liar.
6 Oktober 2026
Berita Lainnya

Data Kesehatan Jadi Fondasi Inovasi Obat Berbasis AI
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.30 WITA

Bupati Siak Minta Pelunasan Utang DBH Migas Segera Ditegaskan
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.30 WITA

Pemerintah Siapkan Lahan Baru untuk Dukung Program E20
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.29 WITA

Defisit Perdagangan AS Melonjak di Tengah Kebijakan Tarif Trump
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.29 WITA

Emas Antam Naik Jadi Rp2,580 Juta per Gram
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.29 WITA

Rupiah Melemah Tipis di Awal Perdagangan Rabu
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.29 WITA

Bayan Sesuaikan Jumlah Saham dalam Perjanjian Jual Beli
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.28 WITA

Pemerintah Bisa Hemat Rp161 T dengan Transisi ke Truk Listrik
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.28 WITA

