Defisit Perdagangan AS Melonjak di Tengah Kebijakan Tarif Trump
Defisit perdagangan Amerika Serikat membengkak menjadi US$105,6 miliar pada Agustus, didorong lonjakan impor dan kegagalan kebijakan tarif impor yang diterapkan masa pemerintahan Donald Trump.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 12.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Angka defisit perdagangan AS pada bulan Agustus mencapai US$105,6 miliar, melampaui perkiraan pasar dan menjadi yang tertinggi sejak Maret 2025. Laporan dari Kementerian Perdagangan AS menunjukkan lonjakan signifikan dalam impor barang, terutama peralatan dan komponen terkait pengembangan kecerdasan buatan, yang turut memperlebar jurang defisit. Angka ini juga lebih tinggi dari estimasi konsensus Dow Jones sebesar US$102 miliar dan melebihi proyeksi ekonom Reuters.
Peningkatan tersebut terjadi meski pemerintah AS menerapkan kebijakan tarif impor agresif, khususnya dalam kerangka kebijakan "timbal balik" yang digulirkan menjelang masa jabatan Donald Trump. Namun, hasilnya justru menunjukkan kegagalan dalam menekan impor, bahkan mencatat rekor defisit terhadap tiga negara, yakni Meksiko, Vietnam, dan Malaysia. Kenaikan 13,7 persen dari bulan sebelumnya menunjukkan tekanan yang terus menggila pada neraca perdagangan.
Secara kumulatif, defisit perdagangan tahun berjalan mencapai US$138,2 miliar, turun sekitar 20 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, analis menekankan bahwa kenaikan harga dan struktur permintaan domestik membuat defisit tetap menjadi beban bagi pertumbuhan ekonomi. Kenaikan impor, meski mencerminkan permintaan yang tinggi, berpotensi menghambat pertumbuhan PDB kuartal ketiga, karena impor secara umum mengurangi nilai agregat produk domestik bruto.
Para ekonom menilai kebijakan perdagangan yang diterapkan tidak efektif dalam mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri. Kepala Ekonom FWD BONDS, Christopher Rupkey, menyatakan bahwa tingginya biaya tenaga kerja di AS membuat produksi domestik sulit bersaing. Selain itu, pembangunan fasilitas produksi baru tidak mampu mengejar laju permintaan pasar dalam waktu singkat, sehingga kebijakan tarif gagal memperbaiki keseimbangan perdagangan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Bupati Siak Minta Pelunasan Utang DBH Migas Segera Ditegaskan
Bupati Siak mendesak pemerintah pusat menyelesaikan tunggakan DBH Migas yang menumpuk sejak 2023, dengan harapan realisasi pelunasan tahun 2027 hanya mencapai Rp143 miliar dari total kewajiban Rp70 triliun.
7 Oktober 2026

Pemerintah Siapkan Lahan Baru untuk Dukung Program E20
Pemerintah akan membuka lahan baru seluas 1 juta hingga 2 juta hektare untuk mendukung produksi etanol bahan baku bensin hijau E20 melalui tebu, singkong, dan jagung.
7 Oktober 2026

Pemerintah Bisa Hemat Rp161 T dengan Transisi ke Truk Listrik
Transisi logistik dari truk konvensional ke listrik berpotensi menghemat subsidi solar hingga Rp161 triliun, seiring upaya pemerintah melalui uji coba koridor hijau.
7 Oktober 2026

Dua Warga Dituntut karena Dugaan Santet Presiden Zambia
Dua warga, termasuk kepala desa, divonis dua tahun penjara dengan kerja paksa atas tuduhan merencanakan santet terhadap presiden Zambia, didasarkan pada hukum kolonial yang mengkriminalisasi praktik spiritual.
7 Oktober 2026
Berita Lainnya

Data Kesehatan Jadi Fondasi Inovasi Obat Berbasis AI
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.30 WITA

Emas Antam Naik Jadi Rp2,580 Juta per Gram
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.29 WITA

Rupiah Melemah Tipis di Awal Perdagangan Rabu
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.29 WITA

Bayan Sesuaikan Jumlah Saham dalam Perjanjian Jual Beli
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.28 WITA

Lima Drama Korea Baru Segera Tampilkan Dunia Kekerasan dan Cinta di Oktober 2026
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.25 WITA

Konser Israel Houghton Dibatalkan karena Kebijakan Luar Negeri
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.23 WITA

Timnas Indonesia Siap Jalani Dua Laga Persahabatan Penting di November
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.12 WITA

Thailand Incar Kemenangan di King's Cup Usai Gagal di Dua Turnamen Besar
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.12 WITA

