Penyelundupan Amunisi Ilegal Gagal di Perairan Jayapura
Tim gabungan Bea Cukai dan Satgas Cartenz menggagalkan penyelundupan 200 butir amunisi kaliber 5,56 mm serta rokok ilegal di perairan Jayapura, berdasarkan laporan informasi intelijen.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 12.07 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Operasi gabungan antara Satgas Operasi Damai Cartenz dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP C Jayapura berhasil menggagalkan upaya penyelundupan amunisi ilegal melalui jalur perairan di wilayah Jayapura. Pengungkapan bermula dari informasi intelijen mengenai keberadaan sebuah longboat yang diduga membawa barang ilegal menuju wilayah Papua Nugini. Tim langsung melakukan patroli dan pengejaran hingga menemukan kapal tersebut pada Sabtu (3/10) sekitar pukul 22.36 WIT.
Saat akan dilakukan pemeriksaan, awak kapal berupaya melarikan diri dan membuang sejumlah barang ke laut. Petugas kemudian melakukan penyisiran di lokasi dan berhasil menemukan tiga koli yang berisi 34 slop atau setara 340 bungkus rokok tanpa pita cukai, serta 200 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter. Barang bukti tersebut disimpan dalam tas kulit berwarna hitam yang ditemukan di sekitar lokasi penyisiran.
Kepala KPPBC TMP C Jayapura menegaskan bahwa rokok ilegal berada dalam kewenangan pihaknya, sementara amunisi yang termasuk barang kategoris diatur secara ketat oleh undang-undang, sehingga diserahkan kepada Polda Papua melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) untuk proses hukum lebih lanjut. Penyerahan barang bukti dilakukan pada Senin (5/10) secara resmi.
Keberhasilan operasi ini menunjukkan sinergi efektif antarinstansi dalam menangani ancaman keamanan melalui jalur laut. Langkah ini juga menjadi bentuk upaya pencegahan terhadap peredaran senjata dan barang ilegal yang dapat mengancam stabilitas keamanan di wilayah perbatasan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lima Drama Korea Baru Segera Tampilkan Dunia Kekerasan dan Cinta di Oktober 2026
Lima serial Korea baru mulai tayang Oktober 2026, mengangkat tema cinta, intrik, dan perjuangan di tengah realitas sosial yang kompleks.
7 Oktober 2026

Profesor Israel Didakwa Rencanakan Pemindahan Paksa Ratusan Warga Arab
Seorang profesor matematika dari Universitas Bar-Ilan dituntut atas dugaan merancang operasi pemindahan paksa dan pembunuhan massal terhadap warga Arab di Israel dan wilayah pendudukan.
7 Oktober 2026

Trump Setujui Eksekusi Mati Nidal Hasan Setelah 65 Tahun
Presiden AS Donald Trump menyetujui hukuman mati regu tembak terhadap Nidal Hasan, pelaku penembakan di Fort Hood 2009, pertama kali sejak Perang Dunia 2.
7 Oktober 2026
Mahasiswa Demo Tuntut Rekonsiliasi Kasus Pemerkosaan di Cornell
Ribuan mahasiswa dari Cornell University menggelar aksi protes atas dugaan pemerkosaan berkelompok yang menimpa korban bernama anonim, menuntut reformasi sistem penanganan kekerasan seksual dan pengunduran diri pejabat universitas.
7 Oktober 2026
Berita Lainnya

Data Kesehatan Jadi Fondasi Inovasi Obat Berbasis AI
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.30 WITA

Bupati Siak Minta Pelunasan Utang DBH Migas Segera Ditegaskan
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.30 WITA

Pemerintah Siapkan Lahan Baru untuk Dukung Program E20
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.29 WITA

Defisit Perdagangan AS Melonjak di Tengah Kebijakan Tarif Trump
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.29 WITA

Emas Antam Naik Jadi Rp2,580 Juta per Gram
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.29 WITA

Rupiah Melemah Tipis di Awal Perdagangan Rabu
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.29 WITA

Bayan Sesuaikan Jumlah Saham dalam Perjanjian Jual Beli
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.28 WITA

Pemerintah Bisa Hemat Rp161 T dengan Transisi ke Truk Listrik
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.28 WITA

