Rabu, 7 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Perubahan Perjanjian Jual Beli Saham Bayan Resources

PT Bayan Resources Tbk resmi perbarui jumlah saham yang akan dialihkan kepada Jhonlin Baratama, naik menjadi lebih dari 10 miliar saham, setelah penandatanganan perubahan perjanjian pada 1 Oktober 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 09.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Perubahan Perjanjian Jual Beli Saham Bayan Resources📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengumumkan penyesuaian jumlah saham yang akan dijual melalui Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBS) dengan PT Jhonlin Baratama, bagian dari Jhonlin Group milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam. Jumlah saham yang akan dialihkan meningkat dari sebelumnya 10.000.000.500 saham menjadi 10.084.088.370 saham biasa, sesuai perubahan yang telah disepakati dan ditandatangani oleh pihak-pihak terkait pada 1 Oktober 2026.

Keputusan perubahan ini telah disampaikan secara resmi melalui surat pernyataan Direktur BYAN, Jenny Quantero dan Alastair Mcleod, yang diserahkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 6 Oktober 2026. Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa penambahan jumlah saham merupakan hasil dari peninjauan lanjutan atas kesepakatan awal yang telah ditandatangani pada 16 September 2026.

Proses pengalihan saham tersebut tetap tergantung pada terpenuhinya sejumlah kondisi pendahuluan, termasuk persetujuan otoritas terkait dan kepatuhan terhadap ketentuan hukum serta regulasi pasar modal. Pihak perusahaan menegaskan bahwa perubahan ini tidak berdampak signifikan terhadap operasional, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan.

Transaksi awal yang diumumkan pada 17 September 2026 telah mencatatkan rencana pengalihan saham pengendali oleh pendiri BYAN, Dato' Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low, kepada Jhonlin Baratama. Penyesuaian jumlah saham kini menjadi bagian dari proses penyelesaian yang sedang berlangsung, dengan fokus pada keterpenuhan semua prasyarat sebelum penyerahan saham dilakukan secara final.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya