Rabu, 7 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Menguat di Awal Sesi, Didukung Sentimen Global dan Aktivitas Pasar Dalam Negeri

Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat 0,33% ke level 6.139, didorong kenaikan saham unggulan dan aktivitas perdagangan yang aktif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 09.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
IHSG Menguat di Awal Sesi, Didukung Sentimen Global dan Aktivitas Pasar Dalam Negeri📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan hari ini dengan posisi menguat, berada di level 6.139,13, naik 20,27 poin atau 0,33% dari penutupan sebelumnya. Penguatan ini menjadi kelanjutan dari kenaikan dua hari sebelumnya, setelah indeks sempat melonjak 1,36% pada perdagangan kemarin dan menguat 0,46% pada akhir pekan lalu. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 280 menguat, 162 melemah, sementara 232 lainnya bergerak datar, menunjukkan keseimbangan pasar yang relatif stabil di awal sesi.

Volume perdagangan mencapai 3,98 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp621 miliar yang terjadi dalam 109.705 kali transaksi. Kenaikan ini terjadi di tengah pergerakan pasar global yang cenderung fluktuatif. Di Jepang, aktivitas sektor jasa melambat dan kepercayaan konsumen sedikit menurun, sementara sektor jasa di zona euro justru menunjukkan penguatan. Namun, kenaikan harga produsen di kawasan tersebut mengindikasikan tekanan inflasi yang belum mereda, sehingga prospek pertumbuhan tetap harus dievaluasi dalam konteks risiko kebijakan moneter yang lebih ketat.

Perhatian pasar kini beralih pada pidato Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda serta rilis neraca perdagangan Amerika Serikat. Di pasar obligasi global, imbal hasil Treasury AS tenor panjang melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari dua dekade. Imbal hasil 10 tahun mencapai 5,307%, sempat menyentuh 5,349%—level tertinggi sejak April 2002—sementara imbal hasil 30 tahun naik ke 5,661% dan sempat menyentuh 5,703%, posisi terkini sejak akhir Mei 2002. Lonjakan ini mencerminkan ekspektasi investor terhadap kebijakan moneter global yang tetap ketat.

Di dalam negeri, aktivitas pasar modal terus menunjukkan dinamika positif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan adanya 29 rencana penawaran umum yang sedang berada dalam antrean, dengan nilai indikatif total sebesar Rp26,47 triliun. Hingga September 2026, total dana yang berhasil dihimpun melalui penawaran umum mencapai Rp186,03 triliun, mendekati target tahunan sebesar Rp250 triliun. Antrean ini mencerminkan minat perusahaan terhadap pasar modal sebagai sumber pendanaan, meski nilai indikatif belum menjamin realisasi penuh.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya