MK: Tidak Ada Bukti Gibran Lulus Pendidikan Setara SMA
Mahkamah Konstitusi menyatakan tidak menemukan dokumen ijazah atau sertifikat resmi yang membuktikan Gibran Rakabuming Raka menamatkan pendidikan di luar negeri setara SMA.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 09.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Mahkamah Konstitusi telah menyelesaikan sidang putusan sengketa hasil pemilu presiden dan wakil presiden tahun 2024, dengan fokus pada kualifikasi pendidikan calon wakil presiden, Gibran Rakabuming Raka. Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan secara resmi, MK menyatakan bahwa seluruh bukti yang diajukan tidak mampu membuktikan bahwa Gibran memiliki ijazah, sertifikat, atau diploma dari pendidikan luar negeri yang setara dengan sekolah menengah atas atau sederajat.
Berdasarkan keterangan resmi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah yang hadir dalam persidangan, tidak ditemukan dokumen pendukung berupa ijazah atau sertifikat yang sah sebagai bukti kelulusan. Dokumen yang diserahkan hanya berupa surat kehadiran (certificate of attendance), catatan akademik, dan penjelasan nilai, yang menurut MK tidak cukup untuk membuktikan tamat studi.
Hakim Konstitusi Arsul Sani menjelaskan bahwa dokumen yang sah sebagai bukti kelulusan biasanya menyertakan frasa resmi seperti “diberikan kepada… telah menyelesaikan pendidikan”, disertai nilai akhir atau hasil evaluasi akhir. Sebaliknya, surat kehadiran hanya mencatat partisipasi dalam proses belajar, bukan pencapaian akademik atau kelulusan.
MK menegaskan bahwa berdasarkan fakta dan bukti yang terungkap dalam persidangan, tidak ada bukti meyakinkan yang menunjukkan Gibran telah menamatkan pendidikan di luar negeri dengan kualifikasi setara SMA. Hal ini menjadi pertimbangan penting dalam menilai kelayakan calon wakil presiden menurut ketentuan Pasal 169 huruf r dan Pasal 227 huruf l Undang-Undang Pemilu.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

250 Ribu Pelajar Demo, Tuntut Perbaikan Sekolah dan Kebijakan Nyata
Aksi demonstrasi pelajar di Prancis menyeret lebih dari 250 ribu orang ke jalan, menuntut perbaikan infrastruktur, penambahan guru, dan reformasi sistem pendidikan yang lebih manusiawi.
7 Oktober 2026

Indonesia Dorong Produksi Panel Surya Dalam Negeri Akibat Tarif AS
Pemerintah memperkuat pasar dalam negeri untuk panel surya menyusul tingginya bea masuk dari AS, sekaligus menyiapkan regulasi pendukung ekosistem energi bersih.
7 Oktober 2026

Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi Dibentuk, Tapi Struktur Belum Jelas
Pemerintah resmi bentuk Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi dengan Bahlil Lahadalia sebagai koordinator, namun belum ada kementerian teknis yang teridentifikasi di bawahnya.
7 Oktober 2026

Modernisasi Mesin Jadi Kunci Daya Saing Industri TPT
Pemerintah menetapkan industri tekstil, kulit, dan alas kaki sebagai prioritas utama untuk modernisasi guna tingkatkan daya saing dan penyerapan tenaga kerja hingga 2029.
6 Oktober 2026
Berita Lainnya

6 Makanan Pendukung Kesehatan Lambung Secara Alami
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.08 WITA

BYD Perluas Penjualan Kei Car Racco ke Sri Lanka dan Makau
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.08 WITA

STNK Digital Berlaku Sama Seperti Fisik, Siap Digunakan Saat Razia
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.08 WITA
Hiu Raksasa Terdampar di Kanal Busan Diamankan Setelah Dua Minggu
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.07 WITA

Kematian Peneliti di Siberia Diduga Akibat Infeksi Pes Paru
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.07 WITA

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Menang Dramatis atas Thailand
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.06 WITA

WhatsApp Uji Coba Fitur Batasi Akses Obrolan
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.05 WITA

Modena Perkenalkan Langganan Mesin Cuci Tanpa Beli
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.05 WITA

