Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Modernisasi Mesin Jadi Kunci Daya Saing Industri TPT

Pemerintah menetapkan industri tekstil, kulit, dan alas kaki sebagai prioritas utama untuk modernisasi guna tingkatkan daya saing dan penyerapan tenaga kerja hingga 2029.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 23.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Modernisasi Mesin Jadi Kunci Daya Saing Industri TPT📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah kembali menegaskan komitmen memperkuat sektor industri padat karya, khususnya tekstil dan produk tekstil (TPT), kulit, serta alas kaki, sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional hingga tahun 2029. Menteri Perindustrian menekankan bahwa sektor ini tidak hanya berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan ekspor manufaktur, tetapi juga menjadi penopang utama penyerapan tenaga kerja di berbagai daerah. Dalam lima tahun ke depan, jumlah tenaga kerja di industri TPT diproyeksikan naik dari 3,95 juta menjadi 4,07 juta orang, menunjukkan potensi ekspansi yang terus berkembang.

Tantangan utama yang dihadapi industri nasional, khususnya TPT, adalah kondisi mesin produksi yang secara umum telah berusia lebih dari dua dekade. Tanpa modernisasi, produktivitas akan terus terkendala, sehingga kesulitan bersaing dengan negara lain seperti Tiongkok yang telah menerapkan teknologi produksi tingkat lanjut. Menperin menegaskan bahwa perbaikan mesin dan peralatan industri harus menjadi langkah strategis prioritas, demi menjaga keberlangsungan produksi dan daya saing jangka panjang.

Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah mengoptimalkan berbagai kebijakan, termasuk program restrukturisasi mesin, Kredit Industri Padat Karya (KIPK), serta penguatan akses pembiayaan. Selain itu, kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) diperkuat untuk menjaga efisiensi biaya produksi, dengan fokus pada kepastian harga, volume pasokan, dan ketersediaan infrastruktur distribusi. Evaluasi 2026 menunjukkan bahwa sejumlah industri baru menerima 60–70 persen dari alokasi gas yang ditetapkan, menandakan perlunya peningkatan koordinasi dan efisiensi distribusi.

Target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2029 menjadi dasar perencanaan strategis, dengan sektor Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) ditargetkan tumbuh hingga 7,85 persen dan menyumbang 4,35 persen terhadap PDB. Nilai ekspor IKFT hingga Juli 2026 mencapai 34,2 miliar dolar AS, melampaui nilai impor sebesar 32,75 miliar dolar AS, menunjukkan kinerja positif dan potensi pertumbuhan. Upaya penguatan bahan baku lokal, terutama dalam industri obat tradisional dan fitofarmaka, juga menjadi fokus untuk mengurangi ketergantungan impor.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya