DBH Migas Siak Anjlok ke Rp36 Miliar, Bupati Minta Keadilan Fiskal
Bupati Siak Afni Zulkifli mengungkap pertemuan dengan Kemenkeu berakhir tanpa solusi konkret terkait penurunan drastis DBH Migas hingga Rp36 miliar pada 2027.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 23.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pertemuan antara Bupati Siak Afni Zulkifli dengan pejabat Kementerian Keuangan mengenai penurunan signifikan alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) Minyak dan Gas Bumi berakhir tanpa kesepakatan. Dalam audiensi yang digelar Senin (5/10), Afni menyatakan bahwa pembahasan hanya mengidentifikasi akar masalah, tanpa menghasilkan kebijakan nyata yang bisa menopang kesejahteraan daerah. Ia menekankan bahwa kondisi keuangan daerah kian memburuk akibat proyeksi DBH yang anjlok drastis, sekaligus mempertanyakan keberlanjutan kebijakan fiskal yang dianggap tidak adil.
Alokasi DBH Migas untuk Kabupaten Siak pada 2027 diproyeksikan hanya mencapai Rp36 miliar, jauh di bawah puncak sebelumnya yang pernah mencapai Rp600 miliar. Penurunan ini dipicu oleh pagu DBH tahun 2027 yang hanya disetujui sebesar Rp63,3 triliun oleh pemerintah pusat dan DPR RI. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp59,3 triliun dialokasikan untuk DBH reguler, sedangkan sisanya sebesar Rp4 triliun digunakan untuk melunasi tunggakan sebelumnya. Dengan total kewajiban pemerintah pusat terhadap daerah mencapai Rp70 triliun sejak 2023, alokasi Rp4 triliun dinilai tidak cukup mencukupi, bahkan terlalu minim untuk perbaikan fiskal daerah.
Dari pembagian Rp4 triliun tersebut, Kabupaten Siak hanya mendapatkan kompensasi sebesar Rp143 miliar untuk melunasi tunggakan DBH sebelumnya. Selain itu, Afni juga menyoroti dampak kebijakan pemindahan anggaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dari daerah ke pusat. Meski secara teori Siak mendapat surplus sekitar Rp10 miliar, kenyataannya daerah kehilangan alokasi hingga Rp100 miliar karena proses penyerapan anggaran yang tidak seimbang. Kondisi ini diperparah dengan beban utang pihak ketiga yang masih mencapai lebih dari Rp300 miliar, termasuk tunggakan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) selama dua bulan.
Sebagai alternatif, Kemenkeu menawarkan program pembiayaan dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk mendanai pembangunan infrastruktur. Namun, Afni menolak tawaran tersebut karena daerah tidak mampu menanggung beban utang baru sementara kewajiban sebelumnya belum lunas. Ia menekankan pentingnya prinsip keadilan dalam pembagian hasil sumber daya alam, khususnya dengan proporsi penerimaan DBH yang hanya 6,5 persen untuk Siak, sementara 84 persen diserahkan ke pemerintah pusat. Ia berkomitmen untuk terus mendorong revisi kebijakan agar DBH Migas tetap menjadi sumber pendapatan utama daerah.
Nufransa Wira Sakti, Plt Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu, menyatakan bahwa pertemuan juga membahas kemungkinan pembayaran tunggakan DBH melalui mekanisme investasi pemerintah yang diatur dalam UU APBN 2027. Namun, ia belum dapat menjelaskan secara rinci karena mekanisme tersebut masih dalam proses pembahasan. Meski demikian, pemerintah daerah tetap mengharapkan kebijakan yang transparan, berkelanjutan, dan memperhatikan kondisi riil di lapangan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Dana Rp13,2 Triliun dari Satgas PKH Masuk Kas Negara
Uang sebesar Rp13,2 triliun hasil penagihan Satgas PKH diserahkan ke negara dan akan digunakan untuk belanja prioritas pemerintah pada 2026.
6 Oktober 2026

Bank Mandiri Perkuat Kebijakan Sosial di HUT ke-28
Peringatan ulang tahun ke-28 Bank Mandiri diwarnai serangkaian aksi nyata, termasuk santunan untuk 2.800 anak yatim, penyaluran 59.080 paket sembako, dan donor darah serentak yang mengumpulkan lebih dari 28.000 kantong darah.
6 Oktober 2026

Ekspor UMKM Capai Rp6,21 Triliun Hingga Agustus 2026
Program UMKM Bisa Ekspor berhasil mendorong transaksi ekspor sebesar Rp6,21 triliun hingga Agustus 2026, didukung fasilitasi akses pasar dan sertifikasi barcode untuk masuk ritel modern.
6 Oktober 2026

Investor AS Percaya pada Prospek Ekonomi Indonesia
Menteri Koordinator Perekonomian menegaskan keyakinan investor Amerika Serikat terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang tetap menjadi salah satu sumber FDI terbesar.
6 Oktober 2026
Berita Lainnya

Sarmuji Dorong Transformasi Industri untuk Wujudkan Ekonomi 6 Persen 2027
Selasa, 6 Oktober 2026, 23.21 WITA

DEWA Perbarui Penyajian Laporan Keuangan Semester I 2026
Selasa, 6 Oktober 2026, 23.20 WITA

Stray Kids Pilih Tak Ikut Grammys demi Prinsip Musik Global
Selasa, 6 Oktober 2026, 23.16 WITA

Qatar dan India Resmi Jadi Calon Tuan Rumah Olimpiade 2036
Selasa, 6 Oktober 2026, 23.05 WITA

Dean James Cetak Gol Penentu di Final ASEAN Cup
Selasa, 6 Oktober 2026, 23.05 WITA

Prabowo Sorakkan Kemenangan Timnas di Tribun VIP
Selasa, 6 Oktober 2026, 23.05 WITA

AS Setujui Penjualan Senjata Rp40 Triliun ke Tiga Negara Timur Tengah
Selasa, 6 Oktober 2026, 23.04 WITA

11 SPBU di Kedah Diperiksa Usai Isu BBM Dicampur Air
Selasa, 6 Oktober 2026, 23.04 WITA

