Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ekspor UMKM Capai Rp6,21 Triliun Hingga Agustus 2026

Program UMKM Bisa Ekspor berhasil mendorong transaksi ekspor sebesar Rp6,21 triliun hingga Agustus 2026, didukung fasilitasi akses pasar dan sertifikasi barcode untuk masuk ritel modern.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 23.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Ekspor UMKM Capai Rp6,21 Triliun Hingga Agustus 2026📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah mencatat realisasi transaksi ekspor dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai US$347 juta atau setara Rp6,21 triliun pada periode Januari hingga Agustus 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai US$134,8 juta. Kenaikan tersebut menjadi bukti efektivitas program UMKM Bisa Ekspor yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli di luar negeri melalui jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara dengan total 46 kantor perwakilan.

Program ini dirancang untuk memperluas akses ekspor di luar perusahaan besar, dengan fokus pada UMKM yang belum pernah mengekspor sebelumnya. Sebanyak 60 persen pelaku usaha yang terlibat dalam program ini merupakan pemain baru di pasar internasional. Melalui pendekatan khusus, pelaku UMKM diberikan kesempatan presentasi produk secara langsung kepada perwakilan perdagangan, yang kemudian menjadi jembatan untuk membangun kemitraan dengan pembeli global.

Untuk memperkuat daya saing produk dalam negeri, pemerintah juga meluncurkan fasilitasi sertifikasi barcode bersama GS1 Indonesia. Program ini ditujukan untuk 50 UMKM yang telah melewati proses kurasi awal, agar produknya dapat lebih mudah diproses di jaringan ritel modern. Sertifikasi ini memudahkan sistem distribusi, pencatatan, dan pengelolaan stok, sehingga memenuhi standar operasional ritel. Proses kurasi tetap diperlukan dan melibatkan asosiasi seperti Aprindo dan Hippindo sebagai penentu kelayakan produk masuk ke pasar dalam negeri.

Pemerintah juga memperkuat kemitraan strategis dengan jaringan ritel modern untuk memperluas penyerapan produk lokal, yang kini mencapai hampir 80 persen dari total produk di ritel. Pendekatan berbasis kerja sama ini merupakan respons atas keberatan dari Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terhadap regulasi wajib serap produk lokal sebelumnya. Selain ekspor dan akses ritel, sekitar 500 UMKM akan mendapatkan fasilitas branding dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, termasuk pembenahan kemasan, kualitas, dan positioning pasar.

TEI ke-41 yang digelar 14–18 Oktober di ICE BSD telah mengonfirmasi kehadiran sekitar 5.400 buyer asing, dengan potensi peningkatan hingga pelaksanaan acara. Target transaksi tahun ini ditetapkan sebesar US$17,5 miliar atau Rp313,28 triliun, lebih tinggi dari capaian tahun lalu yang mencapai US$16,5 miliar. Selain itu, penjurian Pangan Nusa akan menjadi ajang seleksi produk UMKM unggulan, dengan pemenangnya akan difasilitasi masuk ke jaringan ritel modern melalui kerja sama dengan Hippindo.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya