AS Setujui Penjualan Senjata Rp40 Triliun ke Tiga Negara Timur Tengah
Amerika Serikat menyetujui tiga transaksi senjata bernilai total US$2,27 miliar atau sekitar Rp40 triliun untuk Mesir, Kuwait, dan Uni Emirat Arab dalam konteks ketegangan regional yang meningkat.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 23.04 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 8x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat telah memberikan persetujuan awal terhadap tiga kemungkinan penjualan senjata ke negara-negara di Timur Tengah, termasuk Mesir, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA). Penjualan ini dilakukan melalui mekanisme Penjualan Militer ke Luar Negeri (FMS), dengan nilai total mencapai sekitar US$2,27 miliar atau setara Rp40 triliun. Keputusan ini disampaikan setelah Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan AS (DSCA) menginformasikan rencana transaksi tersebut kepada Kongres Amerika Serikat.
Dari total nilai tersebut, transaksi terbesar ditujukan kepada UEA dengan angka sekitar US$1,041 miliar. Negara itu mengajukan permintaan hingga 10 ribu unit sistem senjata pembunuh presisi tingkat lanjut-II (APKWS-II) dalam konfigurasi udara-ke-udara dan udara-ke-darat, beserta peralatan pendukung. Di sisi lain, Mesir mendapatkan persetujuan untuk kemungkinan pembelian sistem rudal Javelin senilai sekitar US$832 juta, termasuk hingga 2.020 rudal FGM-148F, di mana 20 di antaranya dibeli secara langsung dari produsen, serta hingga 200 unit peluncur komando ringan (LWCLU) untuk mendukung operasional sistem.
Sementara itu, Kuwait mendapat persetujuan untuk pembelian jasa perbaikan dan pengembalian rudal Patriot, ditambah peralatan pendukung lainnya, dengan nilai perkiraan mencapai US$400 juta. Transaksi ini dilakukan dalam konteks ketegangan geopolitik yang meningkat di kawasan, terutama menyusul serangan saling menyerang antara Iran dan sekutu AS sejak Februari lalu. Serangan tersebut menargetkan pangkalan militer di Bahrain, Qatar, UEA, Kuwait, Yordania, dan Arab Saudi, memperburuk stabilitas regional.
Meskipun sebelumnya AS dan Iran sempat menjalin perjanjian kerangka kerja pada Juni untuk membuka kembali jalur navigasi di Selat Hormuz dan menangani isu nuklir Iran, kesepakatan tersebut tidak berlanjut hingga Agustus tanpa hasil akhir. Penjualan senjata ini dilihat sebagai bagian dari upaya AS memperkuat kapasitas pertahanan sekutu di kawasan yang menghadapi ancaman berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

11 SPBU di Kedah Diperiksa Usai Isu BBM Dicampur Air
Kementerian Kedah memeriksa 11 SPBU menyusul laporan masyarakat soal kerusakan kendaraan akibat bahan bakar yang diduga terkontaminasi air.
6 Oktober 2026

Latihan Militer di Darwin Tewaskan Satu Prajurit, PM Albanese Berduka
Satu anggota militer Australia tewas dan lima lainnya cedera dalam kecelakaan kendaraan saat latihan di Mount Bundey, Northern Territory, memicu belasungkawa dari Perdana Menteri Anthony Albanese.
6 Oktober 2026

AI Diduga Picu Serangan Siber ke Lembaga Keuangan Korea
Presiden Lee Jae Myung mengungkap adanya indikasi penggunaan kecerdasan buatan dalam serangan siber terhadap lebih dari tujuh lembaga keuangan, memicu kekhawatiran atas keamanan data nasabah.
6 Oktober 2026

Tiga Ilmuwan Raih Nobel Kedokteran 2026 untuk Penemuan Optogenetika
Karl Deisseroth, Peter Hegemann, dan Georg Nagel meraih Nobel Kedokteran 2026 atas penemuan teknik optogenetika yang merevolusi pemahaman tentang fungsi otak manusia.
6 Oktober 2026
Berita Lainnya

DBH Migas Siak Anjlok ke Rp36 Miliar, Bupati Minta Keadilan Fiskal
Selasa, 6 Oktober 2026, 23.21 WITA

Dana Rp13,2 Triliun dari Satgas PKH Masuk Kas Negara
Selasa, 6 Oktober 2026, 23.21 WITA

Bank Mandiri Perkuat Kebijakan Sosial di HUT ke-28
Selasa, 6 Oktober 2026, 23.21 WITA

Ekspor UMKM Capai Rp6,21 Triliun Hingga Agustus 2026
Selasa, 6 Oktober 2026, 23.21 WITA

Investor AS Percaya pada Prospek Ekonomi Indonesia
Selasa, 6 Oktober 2026, 23.21 WITA

Sarmuji Dorong Transformasi Industri untuk Wujudkan Ekonomi 6 Persen 2027
Selasa, 6 Oktober 2026, 23.21 WITA

DEWA Perbarui Penyajian Laporan Keuangan Semester I 2026
Selasa, 6 Oktober 2026, 23.20 WITA

Stray Kids Pilih Tak Ikut Grammys demi Prinsip Musik Global
Selasa, 6 Oktober 2026, 23.16 WITA

