250 Ribu Pelajar Demo, Tuntut Perbaikan Sekolah dan Kebijakan Nyata
Aksi demonstrasi pelajar di Prancis menyeret lebih dari 250 ribu orang ke jalan, menuntut perbaikan infrastruktur, penambahan guru, dan reformasi sistem pendidikan yang lebih manusiawi.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 09.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Ribuan pelajar dari berbagai kota di Prancis, termasuk Paris, Strasbourg, dan Toulouse, turun ke jalan dalam aksi protes terbesar dalam dekade terakhir. Aksi yang dipimpin oleh kelompok pelajar dan didukung oleh orang tua serta tenaga pendidik menyoroti kondisi sekolah yang memprihatinkan, mulai dari bangunan yang rusak hingga infestasi tikus dan kebocoran air. Kementerian Dalam Negeri mencatat lebih dari 250 ribu peserta, sementara penyelenggara memperkirakan jumlahnya mencapai 450 ribu, menunjukkan skala pergerakan yang meluas dan mendalam.
Kerusuhan terjadi di sejumlah lokasi, terutama di ibu kota, ketika kelompok demonstran yang diduga mengenakan penutup wajah berhadapan dengan polisi. Aparat menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa, menyebabkan 488 orang ditangkap dan 48 personel keamanan terluka. Kepala Kementerian Dalam Negeri, Sebastien Lecornu, menyatakan insiden tersebut menandai kerusuhan paling parah dalam beberapa dekade di lingkungan sekolah, dengan 215 remaja dan 85 tenaga pendidik mengalami luka-luka. Lebih dari 700 polisi juga dilaporkan terluka dalam rangkaian aksi tersebut.
Pemerintah merespons dengan menggelar rapat darurat dan menjanjikan sejumlah kebijakan, termasuk mempercepat penggantian guru yang absen, meninjau durasi jam sekolah dari pukul 08.00 hingga 18.00, serta mempertimbangkan penambahan waktu istirahat makan siang. Evaluasi terhadap kondisi bangunan sekolah yang sudah tua juga akan dilakukan, dengan rencana proposal awal diserahkan akhir Oktober. Namun, sejumlah tokoh masyarakat dan orang tua menyatakan janji tersebut belum cukup untuk menyelesaikan krisis yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Kekhawatiran semakin membesar karena pemerintah menghadapi tekanan fiskal yang tinggi. Biaya pinjaman negara melonjak, dengan imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun mencapai lebih dari 5%, level tertinggi dalam 24 tahun. Pelemahan euro dan ketegangan pasar keuangan menambah kompleksitas. Di tengah itu, tokoh politik seperti Marine Le Pen menawarkan kebijakan pemotongan belanja jika terpilih, menekankan kredibilitas fiskal sebagai respons terhadap krisis.
Sementara itu, hasil penilaian PISA 2025 menunjukkan performa siswa Prancis masih di bawah rata-rata OECD, menandakan bahwa belanja pendidikan yang terus tertinggal dari inflasi menjadi faktor krusial. Pelajar dan aktivis menegaskan bahwa tanpa tindakan nyata dan dana yang memadai, janji pemerintah hanya akan menjadi retorika tanpa dampak nyata bagi kehidupan sehari-hari siswa.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

MK: Tidak Ada Bukti Gibran Lulus Pendidikan Setara SMA
Mahkamah Konstitusi menyatakan tidak menemukan dokumen ijazah atau sertifikat resmi yang membuktikan Gibran Rakabuming Raka menamatkan pendidikan di luar negeri setara SMA.
7 Oktober 2026

Indonesia Dorong Produksi Panel Surya Dalam Negeri Akibat Tarif AS
Pemerintah memperkuat pasar dalam negeri untuk panel surya menyusul tingginya bea masuk dari AS, sekaligus menyiapkan regulasi pendukung ekosistem energi bersih.
7 Oktober 2026

Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi Dibentuk, Tapi Struktur Belum Jelas
Pemerintah resmi bentuk Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi dengan Bahlil Lahadalia sebagai koordinator, namun belum ada kementerian teknis yang teridentifikasi di bawahnya.
7 Oktober 2026

Modernisasi Mesin Jadi Kunci Daya Saing Industri TPT
Pemerintah menetapkan industri tekstil, kulit, dan alas kaki sebagai prioritas utama untuk modernisasi guna tingkatkan daya saing dan penyerapan tenaga kerja hingga 2029.
6 Oktober 2026
Berita Lainnya

6 Makanan Pendukung Kesehatan Lambung Secara Alami
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.08 WITA

BYD Perluas Penjualan Kei Car Racco ke Sri Lanka dan Makau
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.08 WITA

STNK Digital Berlaku Sama Seperti Fisik, Siap Digunakan Saat Razia
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.08 WITA
Hiu Raksasa Terdampar di Kanal Busan Diamankan Setelah Dua Minggu
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.07 WITA

Kematian Peneliti di Siberia Diduga Akibat Infeksi Pes Paru
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.07 WITA

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Menang Dramatis atas Thailand
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.06 WITA

WhatsApp Uji Coba Fitur Batasi Akses Obrolan
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.05 WITA

Modena Perkenalkan Langganan Mesin Cuci Tanpa Beli
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.05 WITA

