Kerusuhan Massal di Ibu Kota Usai RUU Perumahan Darurat Gagal Disetujui
Aksi demonstrasi besar-besaran pecah di berbagai kota Spanyol setelah parlemen menolak undang-undang perumahan darurat, memicu bentrokan dan pelanggaran hukum.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 09.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kerusuhan melanda ibu kota dan kota-kota besar Spanyol pada Senin, 5 Oktober 2026, menyusul kegagalan parlemen dalam menyetujui undang-undang perumahan darurat. Aksi massa yang dimulai sebagai protes damai berubah menjadi kerusuhan saat ketegangan memuncak akibat kenaikan harga sewa yang tak terkendali dan krisis akses perumahan yang semakin mendesak. Warga dari berbagai lapisan masyarakat turun ke jalan, menuntut kebijakan pemerintah yang lebih progresif dan protektif terhadap penyewa rumah.
Demonstrasi terjadi secara serentak di Madrid, Valencia, dan Barcelona, dengan titik kumpul utama di area strategis seperti dekat Palau de les Arts Reina Sofía di Valencia. Di lokasi tersebut, yang sedang menjadi pusat pertemuan industri real estat, terjadi bentrokan sengit antara massa dan aparat keamanan. Beberapa demonstran merusak barikade dan melemparkan benda ke arah petugas, memicu respons tegas dari kepolisian.
Rekaman dan laporan menyebutkan bahwa polisi menggunakan tembakan peluru karet untuk membubarkan kerumunan. Akibat kekerasan tersebut, sembilan petugas mengalami luka dan lima orang ditangkap. Kekerasan yang terjadi menunjukkan eskalasi tajam dalam konflik sosial yang sudah lama mengendap, terutama di tengah meningkatnya ketimpangan akses terhadap hunian layak.
Di Madrid, jumlah peserta aksi mencatatkan angka yang sangat tinggi, dengan serikat penyewa melaporkan partisipasi hingga 500.000 orang, sementara otoritas pemerintah mengonfirmasi jumlah yang lebih rendah, sekitar 70.000 orang. Meskipun angka berbeda, kedua pihak sepakat bahwa aksi ini merupakan bentuk protes paling besar dalam beberapa tahun terakhir terhadap kebijakan perumahan. Kegagalan RUU perumahan darurat menjadi simbol ketidakmampuan sistem politik menangani krisis yang telah mengancam stabilitas sosial.
Tujuan utama aksi ini adalah menekan pemerintah agar segera mengesahkan undang-undang perlindungan penyewa, menetapkan batas maksimal kenaikan sewa, serta mendorong pembangunan perumahan sosial. Kegagalan legislasi di parlemen justru memperkuat perasaan kekecewaan dan ketidakpercayaan publik terhadap institusi yang diharapkan menjadi penjaga keadilan sosial.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

WhatsApp Uji Coba Fitur Batasi Akses Obrolan
WhatsApp sedang menguji fitur Restricted Chat untuk membatasi akses media dan fungsi di obrolan tertentu, dengan fokus pada keamanan dan privasi pengguna.
7 Oktober 2026

Modena Perkenalkan Langganan Mesin Cuci Tanpa Beli
Modena meluncurkan layanan berlangganan mesin cuci mulai Rp270 ribu per bulan, mencakup pemakaian, perawatan, dan servis tanpa biaya tambahan.
7 Oktober 2026

Ilmuwan Belgia Francis Halzen Menangkan Nobel Fisika 2026
Francis Halzen dari Belgia meraih Nobel Fisika 2026 atas kontribusinya dalam membangun observatorium neutrino di Antarktika yang membuka era baru astronomi partikel.
7 Oktober 2026

Wilayah Ini Waspada Hujan Lebat Akibat Dampak El Niño
Sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Aceh hingga Papua, berpotensi alami hujan sedang hingga lebat akibat aktivitas gelombang atmosfer meski El Niño dominan keringkan cuaca.
7 Oktober 2026
Berita Lainnya

6 Makanan Pendukung Kesehatan Lambung Secara Alami
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.08 WITA

BYD Perluas Penjualan Kei Car Racco ke Sri Lanka dan Makau
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.08 WITA

STNK Digital Berlaku Sama Seperti Fisik, Siap Digunakan Saat Razia
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.08 WITA
Hiu Raksasa Terdampar di Kanal Busan Diamankan Setelah Dua Minggu
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.07 WITA

Kematian Peneliti di Siberia Diduga Akibat Infeksi Pes Paru
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.07 WITA

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Menang Dramatis atas Thailand
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.06 WITA

Altman: Dampak Negatif AI Harus Diterima demi Kemajuan Bersama
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.05 WITA

MK: Tidak Ada Bukti Gibran Lulus Pendidikan Setara SMA
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.04 WITA

