Rabu, 7 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Altman: Dampak Negatif AI Harus Diterima demi Kemajuan Bersama

CEO OpenAI menegaskan dunia perlu menoleransi risiko seperti penipuan dan peretasan akibat AI demi mendapatkan manfaat besar dari teknologi tersebut.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 09.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Altman: Dampak Negatif AI Harus Diterima demi Kemajuan Bersama📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sam Altman, pemimpin OpenAI, menyatakan bahwa masyarakat global harus siap menerima konsekuensi negatif dari perkembangan kecerdasan buatan demi memanfaatkan potensi besar yang ditawarkannya. Dalam wawancara eksklusif di podcast Decoded, ia menjelaskan bahwa pendekatan keselamatan yang lebih longgar bukan berarti mengabaikan risiko, melainkan memilih jalan yang memungkinkan penetrasi luas teknologi sekaligus membangun ketahanan bersama terhadap ancaman yang muncul. Menurutnya, keberadaan AI yang terus berkembang tidak bisa dihentikan, tetapi harus diarahkan melalui kebijakan yang fleksibel dan inklusif.

Altman menekankan bahwa fenomena seperti penipuan digital, penyalahgunaan data, hingga serangan siber yang melibatkan AI tidak bisa dihilangkan sepenuhnya. Namun, ia yakin bahwa manfaat yang dihasilkan—dari efisiensi industri hingga inovasi medis—jauh melampaui dampak buruk yang muncul. Ia menegaskan bahwa keberhasilan teknologi bukan ditentukan oleh ketiadaan risiko, melainkan oleh kemampuan masyarakat dan institusi untuk beradaptasi dan membangun sistem pencegahan yang tangguh.

Pernyataan ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Gubernur Florida Ron DeSantis menyoroti ketidakseimbangan kekuasaan antara perusahaan teknologi dan pemerintah, serta menuntut pengawasan ketat terhadap pengembangan model AI baru. Ia bahkan meminta pengadilan untuk menghentikan aktivitas OpenAI tanpa persetujuan standar keselamatan independen. Di sisi lain, pakar seperti Gary Marcus menilai bahwa sikap Altman mencerminkan dominasi korporat yang mengabaikan kepentingan publik dalam nama inovasi.

Kekhawatiran soal keamanan AI semakin menguat setelah mantan ilmuwan dari Anthropic dan OpenAI, Jacob Coxon, menyatakan bahwa teknologi ini berpotensi mengancam kelangsungan umat manusia. Pernyataan tersebut memicu gelombang kekhawatiran dari para ilmuwan dan pekerja di sektor AI, yang menyerukan penundaan pengembangan guna mengevaluasi risiko sistemik. Bahkan, Altman dan CEO Anthropic Dario Amodei pernah bersama-sama mendukung penangguhan sementara pengembangan AI, namun usulan tersebut ditolak oleh mantan Presiden AS Donald Trump, yang menyebut kekhawatiran tersebut sebagai narasi palsu.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya