Wilayah Ini Waspada Hujan Lebat Akibat Dampak El Niño
Sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Aceh hingga Papua, berpotensi alami hujan sedang hingga lebat akibat aktivitas gelombang atmosfer meski El Niño dominan keringkan cuaca.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 09.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan lebat untuk periode 6 hingga 8 Oktober 2026, menyoroti risiko intensitas hujan tinggi di sejumlah provinsi. Aceh, Sumatra Barat, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, dan Papua Pegunungan masuk kategori Waspada karena potensi curah hujan sedang hingga lebat. Sementara itu, Sumatra Utara dan Kalimantan Utara berstatus Siaga, dengan kemungkinan hujan lebat hingga sangat lebat. Tidak ada wilayah yang masuk level Awas atau menghadapi ancaman angin kencang dalam periode ini.
Dampak cuaca ini dipengaruhi oleh kondisi atmosfer yang dipengaruhi oleh El Niño sangat kuat di Samudra Pasifik ekuatorial serta Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kedua fenomena ini mengurangi pasokan uap air dari Samudra Hindia ke wilayah Indonesia bagian barat. Hasil prakiraan dasarian I Oktober 2026 menunjukkan bahwa sekitar 79,65 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan rendah (0–50 mm), sementara hanya 0,36 persen berada pada kategori tinggi (150–300 mm), menunjukkan dominasi kondisi kering.
Meski demikian, peluang hujan lokal masih terbuka karena aktivitas dinamika atmosfer regional. Gelombang Rossby Ekuatorial aktif di Samudra Hindia sebelah barat Sumatra, sementara Gelombang Kelvin berpotensi memengaruhi Sumatra selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi selatan, Maluku, Maluku Utara, dan Papua. Zona pertemuan massa udara juga diperkirakan terbentuk di sejumlah wilayah seperti Sumatra tengah dan utara, Kalimantan tengah hingga timur, Sulawesi utara, dan Papua.
Faktor-faktor ini—termasuk suhu muka laut yang relatif hangat dan pola belokan angin—mendukung pertumbuhan awan hujan secara lokal. Oleh sebab itu, meski kondisi umum cenderung kering, hujan sedang hingga lebat yang disertai petir atau angin kencang tetap berpotensi terjadi di wilayah tertentu. Masyarakat di daerah rawan perlu tetap waspada terhadap dampak banjir, longsor, dan kebakaran lahan yang masih menjadi ancaman berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

WhatsApp Uji Coba Fitur Batasi Akses Obrolan
WhatsApp sedang menguji fitur Restricted Chat untuk membatasi akses media dan fungsi di obrolan tertentu, dengan fokus pada keamanan dan privasi pengguna.
7 Oktober 2026

Modena Perkenalkan Langganan Mesin Cuci Tanpa Beli
Modena meluncurkan layanan berlangganan mesin cuci mulai Rp270 ribu per bulan, mencakup pemakaian, perawatan, dan servis tanpa biaya tambahan.
7 Oktober 2026

Ilmuwan Belgia Francis Halzen Menangkan Nobel Fisika 2026
Francis Halzen dari Belgia meraih Nobel Fisika 2026 atas kontribusinya dalam membangun observatorium neutrino di Antarktika yang membuka era baru astronomi partikel.
7 Oktober 2026

Altman: Dampak Negatif AI Harus Diterima demi Kemajuan Bersama
CEO OpenAI menegaskan dunia perlu menoleransi risiko seperti penipuan dan peretasan akibat AI demi mendapatkan manfaat besar dari teknologi tersebut.
7 Oktober 2026
Berita Lainnya

6 Makanan Pendukung Kesehatan Lambung Secara Alami
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.08 WITA

BYD Perluas Penjualan Kei Car Racco ke Sri Lanka dan Makau
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.08 WITA

STNK Digital Berlaku Sama Seperti Fisik, Siap Digunakan Saat Razia
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.08 WITA
Hiu Raksasa Terdampar di Kanal Busan Diamankan Setelah Dua Minggu
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.07 WITA

Kematian Peneliti di Siberia Diduga Akibat Infeksi Pes Paru
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.07 WITA

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Menang Dramatis atas Thailand
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.06 WITA

MK: Tidak Ada Bukti Gibran Lulus Pendidikan Setara SMA
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.04 WITA

Kanal Bersejarah Ghent Tiba-tiba Hijau Akibat Panas Ekstrem
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.04 WITA

