Mahasiswa Demo Tuntut Rekonsiliasi Kasus Pemerkosaan di Cornell
Ribuan mahasiswa dari Cornell University menggelar aksi protes atas dugaan pemerkosaan berkelompok yang menimpa korban bernama anonim, menuntut reformasi sistem penanganan kekerasan seksual dan pengunduran diri pejabat universitas.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 12.09 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Ribuan mahasiswa Cornell University menggelar aksi demonstrasi di kampus Ithaca, New York, pada Senin (5/10), mengecam penanganan kasus dugaan pemerkosaan berkelompok yang dilaporkan terjadi pada tahun 2024. Aksi yang digelar secara massal itu merupakan bentuk solidaritas terhadap korban yang mengungkapkan identitasnya sebagai Jane Doe, yang menegaskan bahwa dirinya menjadi korban kekerasan seksual oleh sekelompok orang di lingkungan kampus.
Dalam aksi tersebut, peserta menuntut penyelidikan independen atas penanganan kasus yang dianggap tidak transparan dan tidak adil oleh pihak kampus. Mereka menyoroti ketidakmampuan institusi dalam melindungi korban serta menolak tindakan disiplin terhadap para terduga pelaku. Aksi ini juga menjadi momentum untuk menekan pihak manajemen universitas agar bertanggung jawab atas kegagalan sistem perlindungan yang seharusnya menjadi prioritas.
Jane Doe mengajukan gugatan hukum pada 16 September, menekankan bahwa pihak kampus gagal menjalankan kewajibannya untuk menjamin keamanan mahasiswa. Dalam gugatannya, ia menyebut bahwa proses internal yang dilakukan oleh Cornell justru menekan korban dan menghambat proses keadilan. Gugatan tersebut menyoroti ketidakseimbangan kekuasaan dan kurangnya akuntabilitas dalam struktur administrasi universitas.
Para demonstran menyerukan pengunduran diri Presiden Cornell Michael Kotlikoff serta sejumlah pejabat senior lainnya sebagai bentuk respons terhadap kegagalan kepemimpinan dalam menangani kasus serius ini. Aksi ini tidak hanya menyoroti satu kasus, tetapi juga menjadi simbol perlawanan terhadap budaya yang membiarkan kekerasan seksual terjadi tanpa konsekuensi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lima Drama Korea Baru Segera Tampilkan Dunia Kekerasan dan Cinta di Oktober 2026
Lima serial Korea baru mulai tayang Oktober 2026, mengangkat tema cinta, intrik, dan perjuangan di tengah realitas sosial yang kompleks.
7 Oktober 2026

Profesor Israel Didakwa Rencanakan Pemindahan Paksa Ratusan Warga Arab
Seorang profesor matematika dari Universitas Bar-Ilan dituntut atas dugaan merancang operasi pemindahan paksa dan pembunuhan massal terhadap warga Arab di Israel dan wilayah pendudukan.
7 Oktober 2026

Trump Setujui Eksekusi Mati Nidal Hasan Setelah 65 Tahun
Presiden AS Donald Trump menyetujui hukuman mati regu tembak terhadap Nidal Hasan, pelaku penembakan di Fort Hood 2009, pertama kali sejak Perang Dunia 2.
7 Oktober 2026

Penyelundupan Amunisi Ilegal Gagal di Perairan Jayapura
Tim gabungan Bea Cukai dan Satgas Cartenz menggagalkan penyelundupan 200 butir amunisi kaliber 5,56 mm serta rokok ilegal di perairan Jayapura, berdasarkan laporan informasi intelijen.
7 Oktober 2026
Berita Lainnya

Data Kesehatan Jadi Fondasi Inovasi Obat Berbasis AI
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.30 WITA

Bupati Siak Minta Pelunasan Utang DBH Migas Segera Ditegaskan
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.30 WITA

Pemerintah Siapkan Lahan Baru untuk Dukung Program E20
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.29 WITA

Defisit Perdagangan AS Melonjak di Tengah Kebijakan Tarif Trump
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.29 WITA

Emas Antam Naik Jadi Rp2,580 Juta per Gram
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.29 WITA

Rupiah Melemah Tipis di Awal Perdagangan Rabu
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.29 WITA

Bayan Sesuaikan Jumlah Saham dalam Perjanjian Jual Beli
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.28 WITA

Pemerintah Bisa Hemat Rp161 T dengan Transisi ke Truk Listrik
Rabu, 7 Oktober 2026, 12.28 WITA

