Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Doa Kepala Bakom untuk Prabowo di Ulang Tahun ke-75

Kepala Bakom RI mengucapkan harapan agar Prabowo tetap sehat, bijak, dan berkekuatan dalam memimpin Indonesia menuju kemajuan, keadilan, dan kedaulatan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 12.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 23x dibuka
Doa Kepala Bakom untuk Prabowo di Ulang Tahun ke-75📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Dalam perayaan ulang tahun ke-75, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menyampaikan doa khusus untuk Presiden Prabowo Subianto. Ia memohon agar sang pemimpin diberi kesehatan, kekuatan fisik dan mental, serta kebijaksanaan dalam menjalankan tugas kepemimpinan negara. Doa ini disampaikan melalui media sosial pribadi, menekankan komitmen terhadap visi bangsa yang lebih maju, adil, makmur, dan berdaulat.

Ucapan tersebut disertai foto Prabowo dalam seragam resmi kenegaraan, menandai penghormatan terhadap posisi kepala negara. Di sisi lain, Syahganda Nainggolan terlihat mengenakan jas hitam, simbol profesionalisme dan keseriusan dalam peran publik. Unggahan itu menjadi bentuk apresiasi atas perjalanan panjang Prabowo sebagai tokoh nasional yang telah membawa dampak signifikan di ranah militer maupun politik.

Prabowo lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1951, dari keluarga intelektual dan berpengaruh. Ayahnya, Soemitro Djojohadikusumo, pernah menjabat Menteri Keuangan hingga Menteri Riset pada masa Presiden Soekarno dan Soeharto. Kehidupan keluarganya mencerminkan keterlibatan dalam dinamika politik dan ekonomi nasional sejak era awal kemerdekaan. Ia merupakan anak ketiga dari empat bersaudara, dengan dua kakak perempuan dan satu adik laki-laki.

Dalam perjalanan kariernya, Prabowo menikah dengan Siti Hediati Hariyadi, putri dari Presiden Soeharto, dan dikaruniai satu putra bernama Ragowo Didiet Hediprasetyo. Kini, sebagai Presiden RI bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, ia memimpin Indonesia dengan fokus pada kemandirian, kekuatan nasional, dan martabat bangsa. Doa yang disampaikan Syahganda mencerminkan harapan kolektif terhadap kepemimpinan yang berkelanjutan dan berakar pada nilai-nilai kebangsaan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya