Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Gen Z dan Milenial Atur Anggaran Olahraga di Tengah Tekanan Ekonomi

Survei mengungkap generasi muda di Indonesia mulai alokasikan pendapatan untuk aktivitas sehat, namun perlu keseimbangan agar tidak mengganggu keuangan rumah tangga.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 12.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Gen Z dan Milenial Atur Anggaran Olahraga di Tengah Tekanan Ekonomi📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Tren gaya hidup sehat yang kian marak di kalangan generasi muda menunjukkan pergeseran signifikan dalam cara memandang kesejahteraan. Bukan lagi sekadar menghindari sakit, tetapi menjadikan olahraga sebagai bagian dari identitas dan cara mengelola stres. Aktivitas seperti yoga, pilates, lari, bersepeda, hingga padel kini menjadi pilihan rutin bagi banyak Gen Z dan milenial, yang melihatnya sebagai bentuk investasi jangka panjang terhadap diri sendiri.

Namun, di balik antusiasme tersebut muncul tantangan nyata dalam pengelolaan keuangan pribadi. Survei terhadap 300 responden Gen Z dan milenial menunjukkan bahwa meski sebagian besar menjalankan aktivitas fisik demi kesehatan mental dan fisik, sekitar dua dari lima responden mengalokasikan pengeluaran olahraga di bawah 10 persen pendapatan. Sementara itu, hampir satu per empat mengaku pengeluaran untuk aktivitas sehat mulai menimbulkan tekanan finansial, bahkan ada yang mengorbankan tabungan demi mempertahankan rutinitas tersebut.

Pola pengeluaran menunjukkan perbedaan jelas antar generasi. Gen Z lebih cenderung mengalokasikan lebih dari 20 persen pendapatan untuk olahraga, mencapai angka 10,6 persen, jauh melampaui milenial yang hanya 4,1 persen. Angka ini menyoroti pentingnya menyesuaikan gaya hidup dengan kondisi keuangan pribadi. Sebab, pengeluaran yang tampak kecil bagi satu orang bisa menjadi beban berat bagi yang lain, tergantung pada struktur pendapatan, cicilan, dan ketersediaan dana darurat.

Pendekatan yang lebih bijak bukan soal berapa banyak uang yang dikeluarkan, melainkan bagaimana setiap rupiah digunakan secara optimal. Konsep biaya kesempatan (opportunity cost) menjadi kunci: setiap pengeluaran untuk sepatu olahraga atau langganan gym berarti ada kebutuhan lain yang harus dikorbankan. Kesadaran akan hal ini menentukan keberlanjutan gaya hidup sehat tanpa mengorbankan stabilitas keuangan jangka panjang.

Penting bagi generasi muda untuk membangun keseimbangan antara kesehatan fisik dan kesehatan finansial. Meningkatnya semangat menjalani aktivitas sehat perlu diiringi dengan kesadaran finansial yang matang. Dengan pengelolaan anggaran yang bijak, gaya hidup sehat bisa menjadi kebiasaan berkelanjutan, bukan beban yang mengancam kesejahteraan ekonomi rumah tangga.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya