Negosiasi Krusial Penyelesaian Merger Paramount-WBD Masuki Tahap Kritis
Perundingan antara Paramount dan jaksa agung negara bagian penggugat menuju penyelesaian merger senilai US$110 miliar, dengan fokus pada pemisahan operasional dan komitmen produksi.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 12.29 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Proses negosiasi yang menentukan untuk menyelesaikan gugatan anti-monopoli terhadap merger Paramount dengan Warner Bros. Discovery (WBD) memasuki tahap krusial, seiring intensifikasi pembicaraan antara pihak Paramount dan para jaksa agung dari 12 negara bagian. Gugatan ini muncul sebagai respons terhadap rencana penggabungan aset senilai US$110 miliar, yang sempat menghambat kelanjutan transaksi dan menimbulkan ancaman denda harian sebesar US$7 juta bagi Paramount jika tidak menyelesaikan proses sebelum 1 Oktober.
Pertemuan terbaru melibatkan Rob Bonta, Jaksa Agung California dan koordinator kelompok penggugat, menunjukkan kemajuan signifikan. Meski belum mencapai kesepakatan final, sumber menyebut bahwa kedua belah pihak bergerak menuju solusi yang dapat diterima, termasuk pertimbangan untuk menjalankan operasional kedua studio secara terpisah dalam periode tertentu. Langkah ini menjadi kunci untuk memenuhi tuntutan adanya "solusi struktural" yang diminta oleh para jaksa agung.
Dalam surat tertanggal 28 Februari, David Ellison, CEO Paramount Skydance, telah menyatakan komitmen untuk memproduksi minimal 30 film per tahun jika akuisisi berhasil. Komitmen ini juga menjadi bagian dari pembicaraan yang mencakup perjanjian operasional di California, penunjukan penasihat editorial independen untuk CNN dan CBS, serta jaminan perlindungan lapangan kerja dalam jangka waktu tertentu. Rencana ini didukung oleh berbagai pihak industri yang menginginkan stabilitas dan keberlanjutan kreatif.
Namun, perlawanan terhadap kesepakatan tetap bergulir. Koalisi "Block the Merger" menyatakan bahwa tawaran penyelesaian yang beredar tidak mencerminkan keberhasilan gerakan penolakan, dan menilainya sebagai pengkhianatan terhadap upaya melindungi keberagaman konten dan pasar. Aktor Mark Ruffalo, yang secara aktif menentang merger, mengajak publik untuk melakukan aksi protes di kantor Bonta di Oakland, serta di New York dan Los Angeles, menekankan pentingnya menolak kompromi yang dianggap mengabaikan kepentingan umum.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Tonton Videonya
Berita Terkait

AS Hentikan Operasional Maskapai Iran Global Mulai 23 September
Amerika Serikat resmi melarang seluruh maskapai penerbangan Iran beroperasi di seluruh dunia mulai 23 September 2026, dengan ancaman sanksi sekunder bagi entitas asing yang tetap bermitra.
22 September 2026

BLBI dan Surat Utang Pemerintah Bukan Hal yang Sama
Pemerintah menegaskan pelunasan surat utang terkait krisis 1997–1998, namun pakar hukum menekankan pentingnya membedakan antara kewajiban utang pemerintah dan hak tagih negara terhadap pihak penerima BLBI.
22 September 2026

Rupiah Melemah di Awal Pekan Akibat Antisipasi Keputusan BI
Nilai tukar rupiah turun menjadi Rp17.879 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Selasa, dipengaruhi antisipasi pasar terhadap keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.
22 September 2026

Harga Emas di Pegadaian Turun Hari Ini
Harga emas jenama Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian turun pada Selasa, mencatatkan penurunan per gram dibanding kemarin.
22 September 2026
Berita Lainnya

Nominasi AMI Awards 2026 Tampilkan Kekayaan Musik Tanah Air
Selasa, 22 September 2026, 12.30 WITA

Juicy Luicy Absen dari Syalala Land Cirebon dan Purwokerto
Selasa, 22 September 2026, 12.29 WITA

Kekompakan Musisi Dukung Macklemore, Barrera Soroti Perubahan Sikap Dunia
Selasa, 22 September 2026, 12.29 WITA

Erin Laporkan Rieke ke MKD atas Dugaan Intervensi Hukum
Selasa, 22 September 2026, 12.29 WITA

Messi Pamit dari Timnas dengan Jersey Terakhir
Selasa, 22 September 2026, 12.13 WITA

Pengadilan Khusus Kekerasan Seksual Siap Dibentuk di Inggris
Selasa, 22 September 2026, 12.12 WITA

Media AS Boykot Liputan Gedung Putih Akibat Larangan Trump
Selasa, 22 September 2026, 12.11 WITA

Trump TV Diluncurkan Usai Media AS Boykot Acara Presiden
Selasa, 22 September 2026, 12.10 WITA



