Pengadilan Khusus Kekerasan Seksual Siap Dibentuk di Inggris
Pemerintah Inggris akan mewujudkan pengadilan khusus untuk kasus kekerasan seksual dalam dua tahun, dengan fokus pada perlindungan korban dan percepatan proses hukum.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 12.12 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Kerajaan Bersatu akan membentuk pengadilan khusus untuk menangani kasus kekerasan seksual dalam kurun waktu dua tahun ke depan. Langkah ini merupakan respons terhadap keterlambatan dan rendahnya tingkat penuntutan dalam perkara pemerkosaan dan pelecehan seksual. Setiap pengadilan akan memiliki ruang khusus bagi korban, memungkinkan mereka mengikuti sidang dari jarak jauh dan menyampaikan kesaksian melalui video tanpa harus bertatap muka langsung dengan terdakwa.
Pengaturan ruang dan akses korban akan dirancang secara spesifik sesuai arsitektur setiap gedung pengadilan. Korban akan diberi akses khusus dan ruang tunggu terpisah dari terdakwa untuk meminimalkan trauma. Upaya ini merupakan bagian dari reformasi menyeluruh yang bertujuan memperbaiki sistem peradilan pidana, terutama dalam menangani kasus yang sering kali mengalami penundaan panjang dan kegagalan dalam proses hukum.
Hingga Maret 2024, hanya 2,8 persen dari laporan pemerkosaan yang masuk ke pengadilan, menurut data kepolisian. Sementara itu, dari seluruh kasus yang belum ditangani di Pengadilan Tinggi Inggris, sekitar 19 persen merupakan dugaan kekerasan seksual. Banyak korban merasa tidak didukung oleh kepolisian atau takut menghadapi proses yang memalukan. Badan advokasi Rape Crisis England and Wales menyambut positif kebijakan ini sebagai langkah maju yang sesuai dengan tuntutan lama mereka.
Menteri Urusan Korban, Alex Davies-Jones, menekankan bahwa ruang khusus saja tidak cukup untuk mengatasi tumpukan kasus. Diperlukan juga reformasi regulasi untuk mempercepat proses, meningkatkan efektivitas, dan mencegah kejahatan serupa di masa depan. Sejak Oktober 2024, setiap kasus kekerasan seksual akan mendapatkan jadwal tetap, tanpa perubahan mendadak. Perdana Menteri Andy Burnham menyebut ini sebagai langkah menyeimbangkan keadilan dan menempatkan korban sebagai prioritas utama.
Pemerintah menargetkan satu ruang khusus korban di setiap dari 84 gedung pengadilan tinggi di Inggris dan Wales pada 2028. Jika arsitektur gedung tidak memungkinkan, maka pendekatan berbasis trauma akan diterapkan, termasuk penjadwalan berbeda untuk korban dan terdakwa. Pelatihan khusus bagi staf pengadilan juga akan diberlakukan, dengan fokus pada pemahaman trauma. Kebijakan ini diinspirasi oleh perjuangan anggota parlemen Partai Buruh, Charlotte Nichols, yang secara terbuka berbagi pengalaman sebagai korban dan menekan perlunya reformasi sistem hukum.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Erin Laporkan Rieke ke MKD atas Dugaan Intervensi Hukum
Erin melaporkan Rieke Diah Pitaloka ke MKD karena dinilai melampaui kewenangan dengan mendampingi pelapor dalam laporan polisi, berpotensi memengaruhi independensi hukum.
22 September 2026

KPK Geledah Ruang Dua Dirjen BPN, Fokus Cari Bukti Kasus HGB Bogor
KPK melakukan penggeledahan di tiga ruangan Dirjen BPN untuk mengumpulkan bukti tambahan dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan HGB di Bogor.
22 September 2026

Kejagung Diminta Tuntut Maksimal Febrie Adriansyah
LSAK menekankan Kejagung harus menuntut maksimal terhadap mantan Jampidsus Febrie Adriansyah untuk menunjukkan komitmen pemberantasan korupsi di lingkungan kejaksaan.
22 September 2026

Kortas Tipikor Geledah Kantor dan Rujab Bupati Gowa
Tim Kortas Tipikor Polri melakukan penggeledahan di rumah jabatan dan kantor Bupati Gowa dalam penyidikan dugaan korupsi terkait perizinan.
22 September 2026
Berita Lainnya

Nominasi AMI Awards 2026 Tampilkan Kekayaan Musik Tanah Air
Selasa, 22 September 2026, 12.30 WITA

Negosiasi Krusial Penyelesaian Merger Paramount-WBD Masuki Tahap Kritis
Selasa, 22 September 2026, 12.29 WITA

Juicy Luicy Absen dari Syalala Land Cirebon dan Purwokerto
Selasa, 22 September 2026, 12.29 WITA

Kekompakan Musisi Dukung Macklemore, Barrera Soroti Perubahan Sikap Dunia
Selasa, 22 September 2026, 12.29 WITA

Messi Pamit dari Timnas dengan Jersey Terakhir
Selasa, 22 September 2026, 12.13 WITA

Media AS Boykot Liputan Gedung Putih Akibat Larangan Trump
Selasa, 22 September 2026, 12.11 WITA

AS Hentikan Operasional Maskapai Iran Global Mulai 23 September
Selasa, 22 September 2026, 12.10 WITA

Trump TV Diluncurkan Usai Media AS Boykot Acara Presiden
Selasa, 22 September 2026, 12.10 WITA

